Sulut

MANADO, iNews.id - BMKG memperkirakan Sulawesi Utara mulai memasuki musim kemarau pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Meski kemarau, potensi hujan masih dapat terjadi.

"Memang agak bergeser dari perkiraan awal. Sebelumnya diperkirakan kemarau mulai Juni, akan tetapi bergeser hingga Juli atau awal Agustus," ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado Carisz Kainama, Senin (20/7/2020).

Menurutnya, kemarau tidak serentak terjadi di wilayah Sulut karena ada wilayah tertentu seperti Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang justru berada pada musim penghujan.

"Jadi memang agak terbalik dengan Kota Manado dan beberapa daerah lainnya. Kalau di sini (Manado) musim kemarau, di Bolaang Mongondow Selatan musim hujan," katanya.

Dia juga mengingatkan kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan bisa menjadi ancaman apabila frekuensinya kemarau berkepanjangan. Namun peluang turunnya hujan masih bisa terjadi.

"Ini yang memang harus diantisipasi sehingga tidak terjadi seperti waktu-waktu sebelumnya yakni kebakaran hutan dan lahan. Caranya tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar," ucapnya.

Bencana hidrometeorologi sebut dia, tak hanya terkait dengan kekeringan, tetapi bisa menyangkut banjir bandang, angin kencang bahkan gelombang tinggi.

"Khusus di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, yang harus diwaspadai yakni banjir bandang, tanah longsor ataupun tiupan angin kencang. Warga diharapkan menjauhi daerah yang berpotensi memunculkan ancaman bencana," katanya.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network