Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno menjadi salah satu narasumber pada acara Bakudapa Deng Komponen Bangsa dalam rangka HUT ke-64 Kodam XIII/Merdeka.(Foto: Humas)
Cahya Sumirat

MANADO, iNews.id – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno menjadi salah satu narasumber pada acara Bakudapa Deng Komponen Bangsa, Rabu (15/6/2022) pagi. Acara tersebut dalam rangka HUT ke-64 Kodam XIII/Merdeka.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Grhadika Jaya Sakti Makodam XIII/Merdeka itu, Kapolda menyampaikan materi tentang situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulut.

“Pelanggaran-pelanggaran kejahatan atau pidana yang bersifat konvensional pada Januari hingga Mei 2022, didominasi penganiayaan biasa, sebanyak 401 kasus,” ujar Irjen Pol Mulyatno.

Selanjutnya, Irjen Pol Mulyatno juga memaparkan tentang isu-isu terkini, intoleransi, radikalisme, terorisme, dan pencegahannya.

“Kita ketahui bahwa secara geografis wilayah Provinsi Sulut ini berbatasan langsung dengan negara Filipina. Di mana Pulau Marore dan Pulau Miangas adalah batas terdekat,” jelasnya.

Dua pulau terluar tersebut di samping merupakan etalase terdepan yang mencerminkan harga diri bangsa, juga berpotensi terjadinya penyelundupan ataupun masuknya orang-orang secara ilegal dari luar negeri.

“Ini terbukti pada beberapa waktu yang lalu, kami mengamankan pelaku sindikat penyelundupan senjata api dari Filipina ke wilayah Sulut sebanyak 8 pucuk senjata api jenis UZI beserta 40 butir amunisi kaliber 9 mm,” ujar Irjen Pol Mulyatno.

Hal tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa wilayah Sulut cukup rawan dari sisi penyelundupan maupun potensi bahaya terorisme dan radikalisme.

“Radikalisme, di manapun, di wilayah kita itu mengandung potensi karena kita terdiri atas keberagaman. Keberagaman itu kalau tidak dirawat dengan baik akan berpotensi menimbulkan terorisme dan radikalisme," katanya.

Oleh karena itu, mari dirawat bersama keberagaman melalui cara hidup yang saling menghormati dan saling menghargai.

"Di momen HUT ke-64 Kodam XIII/Merdeka ini, kita akan bekerja sama lebih baik lagi dalam pencegahan bahaya radikalisme maupun terorisme,” ucap Irjen Pol Mulyatno.

Turut hadir sekaligus menjadi narasumber lainnya dalam acara tersebut antara lain, Pangdam XIII/Merdeka, yang mewakili Gubernur Sulut dan Gubernur Sulawesi Tengah, Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolda Gorontalo serta Kajati Sulut.

Acara turut dihadiri Forkopimda Sulut, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, jajaran Kodam XIII/Merdeka, para Pejabat Utama Polda Sulut, para Rektor, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan media massa, dan mahasiswa.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT