MANADO, iNews.id – Suasana haru menyelimuti terminal kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada Jumat (23/1/2026) siang. Jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, akhirnya tiba di kampung halaman.
Keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak pagi tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah yang dibalut kain putih itu diturunkan dari pesawat.
Jenazah Florencia tiba pukul 13.45 WITA dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Setibanya di area kargo, pihak keluarga langsung menggelar doa bersama di samping peti jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum dibawa menuju rumah duka.
Anastasia Wibisono, kakak kandung korban tampak sangat terpukul mendampingi proses pemulangan sang adik yang dikenal sebagai sosok pekerja keras tersebut.
Florencia merupakan salah satu dari 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026) lalu.
Proses penemuan jenazah Florencia oleh Tim SAR Gabungan sempat menjadi perhatian karena kondisi medan yang ekstrem. Tubuh almarhumah ditemukan tiga hari setelah kejadian, tersangkut di atas pohon di kedalaman jurang sekitar 300–400 meter dari puncak gunung.
Meskipun ditemukan di lokasi yang sulit, jenazah almarhumah dilaporkan ditemukan dalam kondisi tubuh dan seragam yang masih utuh.
Dari bandara, jenazah langsung diberangkatkan menuju rumah duka di Kelurahan Taler. Pihak keluarga merencanakan prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026) siang.
Jenazah Florencia akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berlokasi di Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa.
Kepergian Florencia meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawat di dunia penerbangan yang mengenalnya sebagai pramugari yang ramah dan profesional.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait