22 Ahli Waris Terima Santunan Rp42 Juta Program BPJS Ketenagakerjaan-Pemprov Sulut

Cahya Sumirat · Jumat, 02 Oktober 2020 - 14:47:00 WITA
22 Ahli Waris Terima Santunan Rp42 Juta Program BPJS Ketenagakerjaan-Pemprov Sulut
Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni saat serahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Sebanyak 22 ahli waris mendapat santunan jaminan kematian Program Perlindungan Pekerja Sosial Keagamaan (Perkasa) di Sulawesi Utara. Program ini merupakan terobosan Pemprov Sulut untuk melindungi pekerja sosial lintas keagamaan dengan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Santunan kematian ini diserahkan langsung Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni kepada sembilan ahli waris dengan menerapkan protokol kesehatan di Lobi Kantor Gubernur, Jumat (2/10/2020). Sementara 13 lainnya akan diserahkan di daerah Kepulauan (Tahuna dan Sitaro).

Agus menjelaskan, melalui program Pemprov Sulut bersama BPJS Ketenagakerjaan, setiap ahli waris dari pekerja keagamaan yang terdaftar mendapat santunan sebesar Rp42 juta.

"Dana ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu keluarga yang berduka dan ditinggalkan," ujarnya, didampingi Sekdaprov Sulut Edwin Silangen dan Kadisnakertrans Erny Tumundo.

Diketahui, pemberian santunan BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemprov Sulut bagi pekerja sosial lintas keagamaan di Sulut. Terobosan program ini mendapat perhatian khusus pemerintah pusat sehingga Pemprov Sulut meraih juara satu Paritrana Award tingkat provinsi se-Indonesia.

Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini terbukti sangat membantu masyarakat Sulut. Sejak dimulai, Program Perkasa pada tahun 2018 mencatat klaim sebanyak 25 orang dengan nilai santunan Rp600.000.000. Kemudian pada tahun 2019, jumlah klaim 210 orang dengan nilai santunan Rp5.184.000.000.

Untuk 2020 hingga September, jumlah klaim mencapai 227 orang dengan nilai santunan Rp8.908.000.000. Data keseluruhan kepesertaan Program Perkasa ini mencapai 77.233 orang. Selain itu, ada tambahan relaksasi kepesertaan mulai Oktober 2020 sebanyak 35.000 orang. Cahya Sumirat

Editor : Donald Karouw