Gegara Dipanggil Ojek, 3 Pemuda di Bitung Aniaya Buruh Bangunan hingga Tewas

Arther Loupatty ยท Senin, 22 Juni 2020 - 14:35:00 WITA
Gegara Dipanggil Ojek, 3 Pemuda di Bitung Aniaya Buruh Bangunan hingga Tewas
Tiga Pelaku penganiayaan buruh bangunan hingga tewas serahkan diri ke Polsek Maesa Kota Bitung. (Foto : iNews.id/Arther)

BITUNG, iNews.id - Tiga pemuda yang menjadi pelaku penganiayaan seorang buruh di Kota Bitung menyerahkan diri ke Polsek Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Korban yakni Persma Dame (40) yang tewas dianiaya ketiga pelaku hanya lantaran persoalan sepele akibat salah paham.

Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis mengatakan, identitas ketiga pelaku yakni berinisial MM (20), AD (29) dan DS (19). Mereka merupakan warga Bitung Timur, Kecamatan Maesa.

"Ketiga pelaku menyerahkan diri ke Polsek Maesa dan bertanggung jawab atas kematian korban," kata Elia, Senin (22/6/2020).

Dia mengatakan, penganiayaan tersebut berawal saat Persma Dame berpamitan pulang dari rumah Paulus Tamulia di Kompleks Sari Kelapa, Kelurahan Bitung Timur, Minggu (21/6/2020) dini hari. Pria tersebut sebelumnya menghabiskan malam bersama rekannya sesama buruh bangunan dengan menenggak minuman keras (miras).

Setelah merasa sudah mabuk, korban memutuskan pulang dengan naik ojek. Saat melihat ada pria dengan sepeda motor melintas, dia kemudian menanyakan apakah yang bersangkutan tukang ojek.

"Ojek ngana (kamu tukang ojek)?" tanya korban kepada MM.

Lalu MM menjawab jika dia bukan tukang ojek.

"Kita mo pulang (saya mau pulang)," kata MM menceritakan awal muda kejadian tersebut.

Karena keduanya sudah dipengaruhi miras, muncul kesalahpahaman dalam obrolan mereka. Korban langsung mendorong pelaku MM hingga terjatuh. Melihat temannya jatuh, pelaku AD melerai. Namun, korban juga mendorong pelaku AD.

AD yang didorong korban tidak terima dan langsung menganiaya korban dengan senjata tajam dibantu teman-temannya MM dan DS. Akibatnya, korban mengalami luka tusukan hingga bersimbah darah.

Melihat korban tidak berdaya, ketiga pelaku melarikan diri. Sementara korban ditolong temannya yang sedang melintas dan melihatnya bersimbah darah. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Budi Mulia Bitung.

Namun, nyawa Persma Dame tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia. Tak lama kemudian istri Persma, Marta Vera Damisi tiba di rumah sakit dan syok mengetahui suaminya meninggal.

"Dia (suami) pergi kerja bangunan, keluar dari rumah pagi dan di Sabtu malam belum kembali. Saya kaget dapat informasi dari warga sekitar suami saya dianiaya orang," kata Marta.

Kanit Reskrim Polsek Maesa Ipda Tuegeh Darus mengatakan, tak sampai satu jam polisi membawa ketiga tersangka bersama barang bukti tiga sajam.

"Mereka bakal dikenakan pasal berlapis Pasal 170 ayat 1 dan 2, subsider Pasal 338 dan 351 ayat 3 KUHP ancaman hukuman 15 penjara," ujar Kanit Reskrim.


Editor : Arther Loupatty