Banjir Bandang Bone Bolango Gorontalo, 9.301 Warga Terdampak dan 3 Orang Luka-Luka

Umaya Khusniah ยท Senin, 15 Juni 2020 - 06:33 WIB
Banjir Bandang Bone Bolango Gorontalo, 9.301 Warga Terdampak dan 3 Orang Luka-Luka
Banjir bandang di Bone Bolango, Gorontalo mengakibatkan ribuan warga terdampak. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Banjir bandang di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo mengakibatkan 400 jiwa mengungsi di empat titik pengungsian. Selain itu, sebanyak 2.608 Kepala Keluarga (KK) atau 9.301 jiwa terdampak dan tiga orang dilaporkan luka-luka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, jumlah ini sesuai dengan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Goronta, Minggu (14/6/2020) pukul 21.20 WIB.

Sebelumnya, banjir bandang terjadi pada Kamis (11/6/2020) akibat jebolnya Tanggul Sungai Taluda. Hujan deras yang mengguyur 14 jam di wilayah Bone Bolango membuat tanggul tak mampu menampung debit air dan jebol.

Sejumlah wilayah yang terdata terdampak banjir bandang ini meliputi Desa Boludawa, Desa Tingkohubu Timur, Desa Tingkohubu, Desa Tinelo, Desa Bubeya di Kecamatan Suwawa. Kemudian Desa Libungo, Desa Pancuran, Desa Molintogupo dan Desa Bonda Raya di Kecamatan Suwawa Selatan.

Desa Tanah Putih, Desa Luwoho, Desa Timbuoo, Desa Timbuolo Tengah, Desa Timbuolo Timur, Desa Timbuolo Barat, Desa Buata di Kecamatan Botupingge. Desa Kelurahan Padengo, Kelurahan Oluhuta, Kelurahan Tumbihe, Kelurahan Pauwo, Desa Tanggilingo dan Desa Dutohe Barat di Kecamatan Kabila, serta beberapa desa di Kecamatan Suwawa Tengah dan Suwawa Timur.

"Menurut laporan, sebanyak 2.504 unit rumah terdampak dengan 31 rumah dilaporkan rusak berat dan 10 rumah rusak ringan," kata Raditya.

Selain itu sebuah bangunan sekolah rusak ringan, satu bangunan fasilitas kesehatan rusak, satu tempat ibadah rusak dan sebuah jembatan rusak ringan.

"Tim BPBD Kabupaten Bone Bolango masih melakukan pendataan, koordinasi dengan TNI/Polri dan tim SAR untuk melakukan evakuasi di lapangan," katanya.

Raditya menambahkan, tim BPBD Provinsi Gorontalo juga telah mendirikan dapur umum untuk menyediakan kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak. Untuk kondisi mutakhir, banjir dilaporkan berangsur-angsur surut.


Editor : Umaya Khusniah