BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bumi M5,7 dan 2 Gempa Susulan di Kepulauan Talaud

Donald Karouw ยท Sabtu, 30 Mei 2020 - 23:05 WIB
BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bumi M5,7 dan 2 Gempa Susulan di Kepulauan Talaud
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Wilayah Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo M5,6, Sabtu (30/5/2020), pukul 20.06.25 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter yang dimutakhirkan menjadi M5,6.

Hingga pukul 20.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada dua kali aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Adapun magnitudo terbesarnya, M3,8.

Episenter gempa bumi M5,6 terletak pada koordinat 4,06 Lintang Utara (LU) dan 126,64 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut. Gempa bumi tepatnya berjarak 7 kilometer (km) dari arah Selatan Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada kedalaman 70 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah. Gempa bumi terjadi akibat aktivitas subduksi pada Lempeng Laut Maluku bagian utara.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," kata Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Sabtu malam.

Rahmat menjelaskan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Tahuna dan Talaud dalam skala intensitas II-III MMI. Ini artinya, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga harus menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.


Editor : Maria Christina