Brigpol Andika, Polisi Teladan yang Bangun Klinik Bhabinkamtibmas di Perbatasan Sulut

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 13:41 WIB
Brigpol Andika, Polisi Teladan yang Bangun Klinik Bhabinkamtibmas di Perbatasan Sulut
Brigpol Andika Eka Putra Amisi ikut melayani masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan di Klinik Bhabinjamtbmas. (Foto: Antara)

MANADO, iNews.id - Brigpol Andika Eka Putra Amisi menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat dengan penuh dedikasi. Dia membangun 'Klinik Bhabinkamtibmas' untuk melayani masyarakat perbatasan di Pulau Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Dia mengatakan, saat ditempatkan di Pulau Kabaruan sebagai Bhabinkamtibmas, setiap harinya harus melaksanakan kunjungan ke wilayah atau desa binaan. Setelah lima tahun, dia pun menyadari jika warga sangat membutuhkan bantuan kesehatan.

"Dalam kunjungan door to door ke rumah warga, saya mendapati atau mengetahui apa yang dibutuhkan warga binaan. Salah satunya kebutuhan yang warga butuhkan pelayanan kesehatan," ujar Polisi Teladan Polda Sulut tahun 2020, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, dari situlah dia berinisiatif untuk mengadakan Klinik Bhabinkamtibmas. Klinik ini dia dirikan di Desa Rarange dan Kordakel, Polsek Kabaruan, Polres Talaud untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam operasionalnya, dia didukung perangkat desa dan memanfaatkan bangunan balai desa.

Bripka Andika mengungkapkan, dia dibantu istri Grace Bambulu yang merupakan seorang dokter.

"Jadi istri saya seorang dokter sehingga ikut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata ayah dua anak tersebut.

Menurut lulusan Pusdik Polair 2008 tersebut, Klinik Bhabinkamtibmas melayani pengobatan gratis dengan sasaran warga lanjut usia (lansia), anak yatim piatu, penyandang disabilitas dan keluarga tidak mampu.

"Mereka kami layani terus-menerus untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan secara gratis," katanya.

Pelayanan kesehatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat dengan banyaknya warga yang datang. Dalam setiap kali pelaksanaan, sekitar 70-an warga yang datang dan dilayani sejak pukul 08.00-16.00 Wita.

"Kami kekurangan tenaga medis, sebab hanya dilayani satu tenaga dokter," ucapnya.

Dia menceritakan, ada suatu sukacita yang diperoleh karena dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya merasa puas bisa melayani sesama terutama para lansia, anak yatim piatu, disabilitas dan juga keluarga kurang mampu," ucapnya.

Awalnya kegiatan Klinik Bhabinkamtibmas ini dimulai November 2019 dengan menggunakan dana pribadi. Namun pada perkembangannya, pemerintah di dua desa tersebut ikut bersama-sama mengambil bagian dalam pendanaan untuk membantu pengadaan alat kesehatan.


Editor : Donald Karouw