Bulog Divre Sulut Gorontalo Serap 1.800 Ton Beras dan 10 Ton Telur

Antara ยท Minggu, 03 Mei 2020 - 16:08:00 WITA
Bulog Divre Sulut Gorontalo Serap 1.800 Ton Beras dan 10 Ton Telur
Ilustrasi beras di gudang. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) menyerap beras dan telur petani dan peternak lokal di Provinsi Sulut hingga April 2020. Beras dari petani yang berhasil terserap ada 1.800 ton, sementara telur ayam sebanyak 10 ton atau 5.000 baki.

Kepala Perum Bulog Divre Sulutgo Eko Hari Kuncahyo mengatakan, realisasi ini memang tidak sesuai dengan target. “Ini karena kondisi di Sulutgo yang bukan daerah produksi beras," kata Eko di Manado, Minggu (3/5/2020).

Sementara harga beli gabah sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, disebutkan Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri dengan kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa maksimum 10 persen adalah Rp 3.700 per kilogram di petani, atau Rp 3.750 per kilogramm di penggilingan.

Namun, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menambah Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar 10 persen untuk masing-masing kondisi gabah. Dengan demikian, HPP GKP saat ini menjadi Rp 4.070 per kilogram, HPP GKG menjadi Rp 5.115 per kilogram dan beras Rp 8.030 per kilogram.

Serapan beras Bulog Sulutgo hingga Juni 2018 masih sangat minim. Hal ini karena harga jual petani yang lebih tinggi dari HPP.

HPP pemerintah hanya sebesar Rp7.300 per kilogram. Sementara harga jual di pasar masih lebih tinggi yakni di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

"Kami tidak bisa memaksa petani dan pengusaha di penggilingan menjual ke Bulog," katanya.

Namun, katanya, Bulog terus melakukan serapan beras lokal dan bekerja sama dengan para gapoktan, Dinas Pertanian, TNI maupun mitra lainnya. Apalagi, Sulut dan Gorontalo bukan daerah sentra produksi gabah sehingga Bulog agak kesulitan menyerap beras petani lokal.

"Harus diakui beras produksi petani di Sulut dan Gorontalo yakni jenis premium sehingga lebih mahal," katanya.

Meski demikian masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras Sulut cukup banyak. Persediaan beras mampu memenuhi kebutuhan di daerah tersebut.


Editor : Umaya Khusniah