Detail Rekonstruksi Pasangan Kekasih Mutilasi Pria Kaya Jadi 11 Bagian di Kalibata

Ari Sandita Murti ยท Jumat, 18 September 2020 - 14:43 WITA
Detail Rekonstruksi Pasangan Kekasih Mutilasi Pria Kaya Jadi 11 Bagian di Kalibata
Ilustrasi mutilasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Polisi menggelar rekonstruksi kasus mutilasi terhadap korban RHW (32) di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2020) pagi. Kedua pelaku berinisial DAF dan LAS yang merupakan pasangan kekasih dihadirkan untuk mencocokkan keterangan dalam reka ulang pembunuhan tersebut. 

"Hari ini rekonstruksi kasus pembunuhan berencana yang melibatkan satu korban meninggal dimutilasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Dia menjelaskan, dalam rekonstruksi ini, kedua pelaku memeragakan setiap adegan. Namun tidak dijelaskan detail jumlah adegan dari awal hingga proses mutilasi tubuh korban menjadi 11 bagian.

Menurutnya, ada sejumlah lokasi dalam rekonstruksi. Mulai dari pelaku LAS dan korban bertemu hingga berakhir di Apartemen Kalibata. Lokasi terakhir rekonstruksi yakni dikontrakan pelaku kawasan Cimanggis, Depok.

"Pertama saat LAS dan korban bertemu. Lalu ada perencanaan antara DAF dan LAS. Di apartemen Pasar Baru, korban dianiaya hingga meninggal dan dimutilasi," katanya.

Sebelumnya, mayat pria ditemukan di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan dalam kondisi dimutilasi pada Rabu (16/9/2020). Hasil penyelidikan sementara, terungkap korban berinisial RHW (32). 

Motif kedua pelaku membunuh dan memutilasi karena ingin menguasai harta korban yang merupakan pria kaya.

Semua bermula dari perkenalan korban dengan pelaku LAS di aplikasi Thinder. Melalui aplikasi itu, keduanya berkenalan dan saling berbalas pesan.

Kemudian pada 7 September, LAS dan korban janjian bertemu di apartemen kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebelum keduanya bertemu, pelaku DAF lebih dahulu datang dan bersembunyi di kamar mandi. Saat korban datang dan mengobrol bersama LAS dilanjutkan dengan saling berhubungan badan, DAF keluar dan memukul kepala korban dengan batu bata.

Dia kemudian menusuk korban tujuh kali hingga tewas. Karena bingung, kedua pelaku keluar dari apartemen lalu membeli gergaji dan golok. Mereka kemudian kembali ke apartemen dan memutilasi tubuh korban.

Setelah dimutilasi, korban dimasukan ke dalam koper. Sementara bercak darah di apartemen dicat kembali dengan warna putih, termasuk sprei kasur diganti kedua pelaku.

Selanjutnya mereka memindahkan koper berisi potongan tubuh tersebut ke apartemen di Kalibata. Keduanya kemudian menguras isi rekening korban untuk dibelikan logam mulia, perhiasan, motor dan menyewa rumah di Cimanggis yang akan dipakai untuk mengubur korban.


Editor : Donald Karouw