Dokter Residen Faked Unsrat Manado Demo Tuntut Pengurangan Uang Kuliah

Jefry Langi ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 12:03 WIB
Dokter Residen Faked Unsrat Manado Demo Tuntut Pengurangan Uang Kuliah
Demo dokter residen dari Faked Unsrat meminta pengurangan biaya UKT di masa pandemi Covid- 19. (Foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id - Puluhan dokter residen Fakultas Kedokteran (Faked) Universitas Sam Ratulangi yang bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou berunjuk rasa di Kantor Pusat Rektorat Unsrat. Dalam demo tersebut, mereka menuntut pengurangan biaya uang kuliah tunggal (UKT) di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang dirasa memberatkan.

Pantauan iNews, para dokter residen membawa spanduk berisi aspirasi mereka. Mereka meminta Rektor agar memikirkan nasib para dokter residen.

"Kami sebagai dokter di rumah sakit menjalani pendidikan dan pelayan. Kami tidak dibayar ataupun menuntut dibayar. Kami tidak masalah, namun di situasi sulit pandemi Covid-19 ini kami minta pengurangan biaya UKT," ujar Ketua Forum Komunikasi Dokter Residen Faked unsrat Yacob Pakan saat demo, Senin (20/7/2020).

Menurutnya, saat ini ada 477 dokter residen yang belajar dan bekerja melayani di rumah sakit. Jika mereka tidak membayar uang semester, maka akan diistirahatkan atau cuti dari pihak universitas. Dampaknya juga akan ke masyarakat karena mereka tidak dapat membantu lagi di RS sehingga pasien bisa terabaikan.

"Kami juga melayani pasien Covid-19. Kami berjuang bersama menghadapi Covid-19. Bahkan ada tujuh teman kami yang tertular dan dinyatakan positif Covid-19," katanya.

Sementara itu, pihak kampus hanya mengizinkan tiga perwakilan untuk menemui Rektor Unsrat Ellen Kumaat. Dalam unjuk rasa damai ini tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker. Bahkan para pendemo juga membagikan masker pe pengguna jalan yang melintas.

Seusai berdialog dan tidak ada titik temu, pengunjuk rasa kembali ke kampus mereka dan berjanji akan segera menyurat ke Presiden.


Editor : Donald Karouw