Gugus Tugas: 4 Kabupaten di Sulut Masuk Zona Kuning Covid-19

Felldy Utama, Antara ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 11:44 WITA
Gugus Tugas: 4 Kabupaten di Sulut Masuk Zona Kuning Covid-19
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma`ruf)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut saat ini ada 136 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam zona kuning Covid-19. Untuk wilayah Sulawesi Utara, ada empat kabupaten yang tergolong berada dalam zona tersebut.

Doni mengatakan, zona kuning tersebut berdasarkan hasil evaluasi dari tim pakar epidemiologi kesehatan masyarakat, sosial budaya, ekonomi kerakyatan dan keamanan. Dia juga meminta kepala daerah yang ada di zona kuning Covid-19 agar mempersiapkan aktivitas masyarakat produktif dan aman.

"Saya mengumumkan 136 kabupaten/kota di zona kuning untuk mempersiapkan aktivitas masyarakat produktif dan aman di tengah covid-19," katanya di Graha BNPB Jakarta, Senin (8/6/2020).

Kendati demikian, dia menegaskan pembukaan wilayah menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 tergantung kepada kesiapan daerah dan dukungan masyarakat. Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada bupati dan wali kota di 136 kabupaten/kota.

"Untuk itu saya mengingatkan agar bupati dan wali kota selaku ketua Gugus Tugas kabupaten/kota untuk selalu bermusyawarah melalui forum komunikasi pimpinan daerah dalam setiap proses pengambilan keputusan dengan melibatkan segenap komponen masyarakat. Termasuk IDI daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, dan tokoh ekonomi kerakyatan, tokoh pers di daerah, dunia usaha dan DPRD," ujarnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 Sulut sedang fokus mengerahkan tim surveilens provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperluas penjangkauan orang yang kontak erat risiko tinggi (KERT) dengan pasien positif Covid-19.

"Sulut ketambahan 14 kasus baru positif Covid-19. Semua kasus yang diumumkan berdasarkan skrining aktif perluasan penjaringan orang berpotensi tertular bukan berasal dari pasien dalam pengawasan atau PDP," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut Steaven Dandel di Manado, Senin (8/6/2020).

Dia menjelaskan, semakin luas penjangkauan yang dilakukan karena adanya gerakan masif pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota mendeteksi dini kasus berpotensi tertular virus ke orang lain. Dia berharap, penjangkauan  masif yang dilakukan mendapat dukungan penuh masyarakat.

"Data-data yang disampaikan ke masyarakat ini memberi gambaran pemprov maupun kabupaten dan kota selalu hadir di tengah masyarakat untuk mendeteksi dini sebaran Covid-19," katanya.


Editor : Donald Karouw