Jadi Pionir Mini Chiffon Cake Pertama di Manado, Bisnis Ini Menggiurkan
MANADO, iNews.id - Di saat banyak orang Manado belum mengetahui produk makanan mini chiffon cake, Ferry Pantouw memanfaatkan peluang tersebut. Dia menjadi pionir dalam mengenalkan produk tersebut di Kota Manado sejak dua tahun terakhir.
Ferry mengaku memilih usaha ini karena sudah banyak sekali usaha di Manado namun belum ada satu pun yang membuat mini chiffon cake.
"Jadi pilihannya yang pasti belum ada di Manado, jadi hanya satu di Manado yang chiffon cake, jadi hanya chiffon by elovel yang ada di Manado, tidak ada yang lain," kata Ferry, Selasa (7/6/2022)
Dengan keyakinan yang sangat besar, dia bersama istri kemudian mulai belajar secara otodidak pembuatan chiffon cake, kegagalan demi kegagalan dialaminya namun dia tidak patah semangat.
"Lumayan lama belajarnya karena chiffon itu rentan, kegagalannya 50 persen pastinya," ujarnya
Setelahnya, mereka kemudian memperkenalkan produk tersebut ke masyarakat Kota Manado dengan membuka usaha yang bernama by elovel.
"Produknya hampir sama dengan yang dari Jepang, kayak cheese cake, jadi dibuat selembut mungkin, tapi kurang divariant rasa saja, rasa lotus, keju, coklat, sama mocca," tutur Ferry
Rasa lotus menggunakan toping biskuit lotus dan cream biskuit, untuk keju memakai cream keju dan toping keju, coklat memakai cream coklat, ada juga silverqueen dan mocca dari campuran meises sama keju
Dalam sehari mereka bisa membuat minimal 25 sampai 50 chiffon cake per hari. Yang paling banyak best seller yakni keju dan coklat. Untuk harga jualnya, Rp30.000 untuk varian keju dan coklat, untuk Lotus Rp3.000 untuk mocca Rp25.000 tersedia juga untuk paket misalnya ulang tahun.
"Untuk paket ulang tahun, kalau tiga Rp100.000, kalau empat Rp130.000, bisa juga pesan dua jadi Rp70.000, sudah free ucapan ulang tahun dan free lilin," ucap Ferry
Dalam sebulan, Ferry bisa meraup untung sekira 10 sampai 13 juta sebulan. Chiffon cake ini kebanyakan dipasarkan secara online lewat media sosial
"Saya harap ke depannya bisa semakin berkembang," ujarnya.
Editor: Cahya Sumirat