Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Tomohon Belum Bisa Terapkan New Normal

Koran SINDO ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 17:42 WIB
Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Tomohon Belum Bisa Terapkan New Normal
Ilustrasi new normal. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, iNews.idKota Tomohon masuk dalam daftar 57 daerah se-Indonesia berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Mengacu dari status tersebut, Tomohon belum sepenuhnya bisa menerapkan new normal atau normal baru.

Penerapan new normal yang sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat proaktif dan aman Covid-19 (AKB M2PA Covid-19) juga belum bisa diterapkan.

"Setelah pergub keluar, tiba-tiba pada Senin malam bupati/wali kota dipanggil ikut video conference bersama ketua Gugus Tugas Pusat Doni Monardo, Panglima TNI dan Menteri Kesehatan dan Menteri PMK. Pada kesempatan tersebut dijelaskan untuk daerah yang masuk zona merah belum bisa menerapkan new normal,” ujar Sekretaris Kota Tomohon Harol Lolowang, Jumat (3/7/2020).

Dia menambahkan, dalam menerjemahkan arahan tersebut, Gugus Tugas Kota Tomohon harus melakukan kajian, jangan serta merta langsung menerapkan new normal. 

"Jangan sampai kita sudah membuka dan akhirnya terjadi klaster penyebaran baru, kan bahaya juga,” katanya.

Ketika ditanya terkait maklumat wali kota yang diterbitkan sejak awal April silam, dirinya mengakui hal itu otomatis telah gugur.

"Karena dalam maklumat, wali kota mencantumkan beberapa poin yang tertera dalam Maklumat Kapolri. Ketika itu dicabut, otomatis maklumat wali kota itu sendiri gugur. Kami masih akan menyesuaikan apalagi saat ini kita masuk daerah zona merah, pastinya protokol lebih ketat dari daerah lain yang masuk zona orange dan hijau,” katanya.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Gatot mengungkapkan, dalam proses peralihan pasca-Maklumat Kapolri dicabut, pihaknya tetap berkolaborasi dengan pemerintah menuju ke tahapan penerapan new normal.

"New normal di sini kan dalam artian kita harus bisa terbiasa hidup berdampingan dengan Covid-19. Intinya penerapan protokol kesehatan tetap kami jalankan. Kami tentu siap terus mengawal sampai ada perintah khusus Presiden yang dilanjutkan ke pimpinan kami,” katanya.


Editor : Donald Karouw