Pemkab Minahasa Sumbang Perahu dan Peralatan Melaut Ramah Lingkungan untuk Nelayan

Antara · Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:23:00 WITA
Pemkab Minahasa Sumbang Perahu dan Peralatan Melaut Ramah Lingkungan untuk Nelayan
Bupati Minahasa, Dr Royke Octavian Roring menyerahkan bantuan kepada nelayan. (Foto: Antara)

MANADO, iNews.id – Kelompok nelayan di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) mendapat bantuan peralatan melaut. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa ini berupa perahu fiberglass 3 GT lengkap dengan alat tangkap ramah lingkungan.

Bupati Minahasa, Dr Royke Octavian Roring menginstruksikan semua instansi di jajarannya untuk bersinergi. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari semua program pembangunan dari pemerintah.

"Saya berharap perahu dan alat tangkap ini boleh dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Bupati Royke Roring, Sabtu (8/8/2020).

Dia menambahkan, lima kecamatan yang ada di pesisir pantai timur Minahasa sarat potensi kelautan, perikanan, pertanian maupun dari pariwisata dengan pantai pasir putih yakni Pantai Mahembang.

Sehari sebelumnya, dengan disaksikan Menteri Kelautan dan Perikanan, wakil gubernur Sulut serta sejumlah deputi di kementerian, 13 bupati dan walikota se-Sulut yang memiliki wilayah pesisir mengikrarkan Deklarasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga turut mempromosikan Bukit Tinggi yang sudah dicanangkan sebagai Desa Kerukunan di Minahasa. Di lokasi tersebut, sejumlah rumah ibadah letaknya berdekatan namun masyarakatnya selalu hidup rukun dan damai.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Lendy Aruperes mengatakan bantuan Pemkab Minahasa berupa perahu fiberglass ini berasal dari Dana Alokasi Khusus. Selain itu, juga sudah diberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 461 nelayan, pembudidaya ikan, pemasar dan pengolah ikan di 25 kecamatan.

“Nilai total sekitar Rp800 juta disinkronkan dengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),” katanya.

Editor : Umaya Khusniah