Penyelam di Manado Angkut Ratusan Kilo Sampah Plastik di Pantai Malalayang

Donald Karouw ยท Rabu, 09 Juni 2021 - 13:35:00 WITA
Penyelam di Manado Angkut Ratusan Kilo Sampah Plastik di Pantai Malalayang
Pegiat lingkungan dari kalangan penyelam saat mengangkut sampah plastik di Pantai Malalayang. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Puluhan penyelam sekaligus pegiat lingkungan di Kota Manado, Sulawesi Utara menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Malalayang, Selasa (8/6/2021). Kegiatan ini juga dirangkaikan kampanye selamatkan laut dalam memperingati Word Ocean Day.

Aksi ini dimulai dengan menyisir sampah di pinggiran pantai. Selanjutnya menyelam massal sambil memungut sampah di dalam laut untuk diangkut ke daratan.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan kilo sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya. 

"Tahun ini kami mengusung tema the eco lifestyle for the ocean sustainability. Kami gelar aksi bersih pantai dan laut sebagai bentuk kampanye untuk menyelamatkan lautan dari sampah," ujar Koordinator Kegiatan Kunio Legi, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, melalui kegiatan tersebut sejumlah gagasan diberikan untuk mendorong  pemerintah agar lebih konsen terhadap penanganan pencemaran laut akibat sampah. Seperti menyangkut Penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah yang dinilai tidak konsisten. 

Akademisi sekaligus praktisi lingkungan laut Josian Nicolas Schaduw mengatakan, persoalan sampah menjadi isu krusial. Menurutnya, penanganan sampah di laut butuh keterlibatan semua komponen, dimulai dari mengubah kebiasan dan paradigma masyarakat hingga kebijakan serta aturan yang dibuat pemerintah terkait pengelolaan sampah.

"Kami melakukan aksi ini sebagai bagian dari kampanye. Langkah kecil ini kami harapkan akan melahirkan perubahan secara masif dimasyarakat. Apalagi dilakukan secara kontinyu," kata Nicolas.

Dia menambahkan, jika Manado menjual pariwisata lewat keindahan laut dan pesisir. Maka dari itu, potensi laut ini harus dijaga dari pencemaran sampah. Ini untuk menjaga estetika hingga kelangsungan biota di dalamnya.

"Termasuk kegiatan pembangunan dan penataan yang harus dilakukan dengan memperhatikan lingkungan. Seperti halnya pembangunan di sepanjang pesisir Pantai Malalayang, sebab kawasan ini menjadi salah satu spot selam favorit yang mudah dijangkau," ucapnya.

Editor : Donald Karouw