Perdana, Pemprov Sulut Ekspor Gula Batu dan Bawang Merah ke Jepang

Arther Loupatty ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 04:05:00 WITA
Perdana, Pemprov Sulut Ekspor Gula Batu dan Bawang Merah ke Jepang
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengekspor gula batu (gula merah), bawang merah dan ikan tuna sangihe ke Jepang menggunakan pesawat. (Foto ist).

MANADO, iNews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengekspor gula batu (gula merah), bawang merah dan ikan tuna sangihe ke Jepang. Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado ke Bandara Narita, melalui penerbangan langsung (direct call) maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Ekspor perdana ke Jepang dilepas oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pada Rabu (23/9/2020) bertepatan HUT Provinsi ke-56. Saat itu komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai 66.000 dolar AS, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala, dan komoditi lainnya.

Adapun ekspor kedua dilepas pada Rabu (30/9/2020) dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6.1 Ton serta sampel pertanian 90 kg.

Tahap ketiga angkanya bertambah menjadi lebih dari 9,1 ton, naik dibanding sebelumnya sebanyak 6,1 ton lebih. Bahkan varian komoditasnya juga semakin beragam.

Selain ikan, produk pertanian dari Pulau Sulawesi juga sangat diminati warga Jepang. Yakni komoditas palm sugar (gula merah) dan bawang merah sebanyak 1,2 ton yang tercatat dalam isi muatan pesawat.

Untuk hasil perikanan, pada ekspor kali ini ada ikan Tuna dari pesisir Tahuna yang mulai ikut partisipasi dalam flight dengan berat kotor 480 kg.

”Saya dapat kabar produk ikan tuna dari Sangihe sudah ikut masuk dalam penerbangan ketiga. Nah ini menggembirakan sekali. Artinya makin terbuka peluang menambah volume ekspor produk perikanan kita,” ujar Gubernur Olly Dondokambey yang menyandang status cuti sebagai peserta Pilkada 2020, Rabu (7/10/2020).

Selain komoditas dari Sulawesi Utara, ada juga barang-barang dari Ambon seberat 3 ton, dan barang-barang dari Makassar, Sulawesi Selatan seberat 800 kg.”Tak hanya produk dari Sulut bahkan daerah lain di Indonesia Timur juga kita fasilitasi. Artinya kita benar-benar sudah bisa buktikan Sulut menjadi hub di Indonesia Timur," kata Olly Dondokambey.

Sementara itu, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut, Tineke Adam, mengatakan sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulawesi Utara dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.

”Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Tineke Adam.


Editor : Faieq Hidayat