Peserta Vaksinasi Anak di Gorontalo Masih Rendah, Pemerintah Gencarkan Sosialisasi
GORONTALO, iNews.id - Pemerintah Provinsi Gorontalo terus melakukan sosialisasi program vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Sosialisasi diberikan kepada kepala sekolah, guru dan komite SMA/SMK dan SLB karena peserta vaksin masih rendah.
"Peran guru dan komite sangat penting untuk menyadarkan orang tua dan anak agar mau vaksinasi. Saya meminta vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun bisa berjalan maksimal, termasuk untuk para guru," kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat sosialisasi yang dilakukan secara daring dari rumah dinas, Selasa (10/8/2021).
Gubernur meminta kepala sekolah dan komite mendukung dan sosialisasikan vaksinasi bagi anak, kepada orang tua sisaa.
Menurutnya hal itu sejalan dengan keinginan semua pihak untuk bisa memulai sekolah tatap muka.
Jika vaksinasi lengkap sudah dilakukan secara menyeluruh, dia meyakini kegiatan belajar mengajar di sekolah akan segera dibuka.
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, menjelaskan dari 4.857 guru SMA/SMK dan SLB, 80 persen diantaranya sudah menjalani vaksinasi.
"Banyak guru yang berinisiatif untuk ikut vaksinasi, namun karena beberapa alasan seperti tekanan darah naik maka belum bisa dilaksanakan," kata Wahyu.
Pemprov Gorontalo menargetkan vaksinasi bagi anak 12-17 tahun dapat diberikan kepada 42.000 siswa usia sekolah.
Jika vaksinasi dilakukan 100 hari ke depan, maka setiap hari rata-rata ada 420 siswa yang divaksin.
"Anak SMA di Gorontalo sekitar 42 ribu orang. Jika jumlah sebanyak ini sama-sama kompak dalam 3M dan vaksinasi maka, akan mengalami percepatan penurunan kasus Covid-19. Saya yakin komunitas guru dan murid adalah komunitas yang mudah diatur. Guru dan murid menjadi contoh untuk sukses vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Yana Yanti Suleman.
Editor: Cahya Sumirat