Polda Sulut Keluarkan DPO untuk Kaloh Korengkeng, Pembunuh di Lokasi Tambang Bolmong

Arther Loupatty · Senin, 18 Oktober 2021 - 22:33:00 WITA
Polda Sulut Keluarkan DPO untuk Kaloh Korengkeng, Pembunuh di Lokasi Tambang  Bolmong
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat ekspos kasus penembakan yang menewaskan warga di lokasi tambang PT BDL Bolmong. (Foto: iNews/Arther Loupatty)

MANADO, iNews.id - Polda Sulawesi Utara mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) untuk Kaloh Korengkeng. Dia merupakan terduga pelaku pembunuhan dengan menggunakan senapan angin di lokasi tambang PT Bulawan Daya Lestari (BDL) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, penanganan kasus tersebut menindaklanjuti adanya dua laporan polisi yang diterima di Polres Bolmong pada 27 September 2021 dan Polda Sulut 1 Oktober 2021.

“Kejadiannya di lokasi PT BDL Bolmong, pada hari Senin 27 September 2021,” ujarnya didampingi Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Benny Ansiga saat jumpa pers, Senin (18/10/2021) petang 

Kronologi kejadian berawal saat masyarakat Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong berkumpul di lapangan olahraga dengan maksud menuju perkebunan Bolingongot. Mereka hendak melakukan pengukuran dan memasang patok yang berbatasan dengan lokasi PT BDL.

“Saat di lokasi terjadi negosiasi, namun ada warga melakukan pelemparan batu ke arah Pos 2 yang berada di lokasi PT BDL. Situasi lalu memanas dan terjadi keributan antara warga Toruakat dengan masyarakat yang menjaga lokasi PT BDL,” katanya.

Kemudian aksi saling lempar batu pun terjadi dan terdengar bunyi tembakan senapan angin.

“Mengakibatkan korban lelaki bernama Armanto Damopolii terkena tembakan di bagian dada kanan sebanyak satu kali lalu meninggal dunia. Kemudian lelaki Septian Nangune juga terkena tembakan di bagian dada kanan sebanyak satu kali hingga mengalami luka dan dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Sejauh ini, polisi telah melakukan beberapa upaya. Seperti memeriksa 23 saksi yang diduga mengetahui kejadian, baik masyarakat Desa Toruakat maupun penjaga lokasi PT BDL. 

Selain itu memeriksa dan olah TKP serta prarekonstruksi. Hasil pemeriksaan TKP, diketahui lokasi kejadian berada di wilayah Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.

Upaya lainnya melakukan proses penyelidikan dan penyidikan serta menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti milik korban meninggal dunia Armanto Damopolii yang diamankan terdiri dari, 1 buah kaos tangan pendek warna hijau tua, 1 buah celana panjang jeans warna biru, 1 buah celana pendek warna hitam, 1 buah celana dalam pria warna merah, 1 buah jaket warna hitam, serta 1 buah topi warna hitam.

Kemudian 1 butir proyektil peluru senapan angin kaliber sekitar 6,5 mm dari tubuh korban meninggal dunia Armanto Damopolii, serta 1 butir proyektil peluru senapan angin kaliber sekitar 5,5 mm dari tubuh korban Septian Nangune.

Selanjutnya, barang bukti lainnya yakni 1 pucuk senapan angin warna coklat/warna kayu jenis PCP (menggunakan tabung) ukuran peluru kaliber sekitar 6,5 mm, 1 buah parang (cakram) beserta sarungnya, serta pakaian yang digunakan terduga pelaku SI pada saat kejadian.

“Kami juga telah menangkap terduga pelaku SI (44), warga Tambun, Dumoga Timur dan AP. Keduanya kini ditahan di Mapolda Sulut,” ujar Abast.

Polisi juga telah menggeledah rumah terduga pelaku SI, serta melakukan visum ataupun autopsi mayat di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

“Kami juga masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku lain dan mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Kaloh Korengkeng,” ucapnya.

Dia meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO tersebut agar segera melapor ke polisi.

“Jika yang bersangkutan mengetahui adanya informasi ini diimbau segera menyerahkan diri ke polisi,” katanya.

Sementara itu Kombes Pol Gani Siahaan menambahkan ada 1 pucuk senapan angin yang masih dalam pencarian.

“Para pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP serta diakumulasikan dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata yang diluar peruntukannya,” kata Gani.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: