get app
inews
Aa Text
Read Next : Hujan Deras, Bazar Takjil Ramadan di Alun-Alun Bangkalan Kebanjiran

Sejumlah Kawasan di Gorontalo Utara Terendam Banjir, Warga Terdampak Dievakuasi

Minggu, 20 Maret 2022 - 18:29:00 WITA
Sejumlah Kawasan di Gorontalo Utara Terendam Banjir, Warga Terdampak Dievakuasi
Pos SAR Kwandang melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah desa di Gorontalo Utara. (Foto: Antara/HO-dok.SAR Kwandang)

GORONTALO, iNews.id - Sejumlah kawasan di wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, terendam banjir sejak pukul 16.00 WITA, Minggu (20/3/2022). Ketinggian di beberapa lokasi bervariasi.

Koordinator Pos SAR (Search and Rescue) Kwandang, Aprianto Hurain, mengatakan, pihaknya menerima sejumlah informasi dari warga dan pemerintah desa terkait bencana banjir tersebut.

Di antaranya dari wilayah Desa Leboto, Kecamatan Kwandang. Puluhan warga terdampak khususnya para lanjut usia (lansia) perlu dievakuasi ke tempat aman mengingat banjir disertai arus air yang cukup kencang.

Ketinggian air terus bertambah karena hujan belum juga redah. "Alhamdulillah kami berhasil melakukan evaluasi warga. Kami akan terus memantau wilayah terdampak banjir dengan mengerahkan personel dan peralatan penunjang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Milango, Kecamatan Tomilito, Eman Kadir mengatakan, hujan deras berdampak banjir merendam tiga dusun di desanya.

"Seluruh dusun terendam dengan ketinggian air hampir merata setinggi 1 meter. Bahkan terdapat rumah warga yang terendam hingga atap rumah," katanya.

Upaya evakuasi warga dilakukan secara bergotong royong untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari pantauan, sejumlah desa di Kecamatan Kwandang terendam banjir. Diantaranya Desa Leboto, Posso, Moluo, Katialada dan Cisadane.

Kondisi itu juga terjadi di Desa Jembatan Merah dan Milango di Kecamatan Tomilito.

Tidak hanya permukiman warga yang terendam, namun sejumlah fasilitas seperti sekolah, kantor desa, lapangan olah raga.

Bahkan ruas utama lintas Sulawesi juga terendam, mengakibatkan kemacetan panjang akibat kendaraan yang sulit melintas.

Paling menonjol nampak di ruas lintas Sulawesi wilayah Desa Jembatan Merah kompleks asrama 224 Satuan Radar (Satradar) TNI Angkatan Udara di Kecamatan Tomilito.

Ketinggian air di lintas Sulawesi itu mencapai perut orang dewasa sehingga kendaraan perlu mengantre memasuki kompleks asrama agar bisa melintas dengan
aman.

Editor: Cahya Sumirat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut