Sekolah di Sulut Masih Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Antara · Minggu, 16 Agustus 2020 - 11:03:00 WITA
Sekolah di Sulut Masih Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Simulasi proses belajar di sekolah dengan protokol kesehatan, namun belum diterapkan di Sulut. (Foto: istimewa)

MANADO, iNews.id - Sulawesi Utara masih akan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

"Paling penting adalah bagaimana menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dan guru," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulut Grace Punuh di Manado, Sabtu (15/8/2020).

Dia menjelaskan, walaupun sekolah berada di zona kuning akan tetap berisiko apabila dihimpit sekolah yang ada di wilayah zona merah ataupun oranye. Dia mengaku khawatir apabila proses belajar mengajar sudah dilakukan dengan menerapkan tatap muka akan muncul penularan baru terhadap anak-anak dan guru.

"Kami khawatirkan akan muncul klaster sekolah. Ini harus dihindari dan dicegah secara bersama-sama. Karena itu sampai saat ini kami sangat hati-hati untuk membuka pembelajaran tatap muka," katanya.

Selain itu, sekolah berada di zona kuning harus mendapatkan rekomendasi gugus tugas dan memperoleh izin gubernur, bupati atau wali kota untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Tahapan selanjutnya, kepala sekolah mengecek kesiapan apakah sudah siap dibuka atau tidak untuk proses tatap muka.

"Pada tahapan ini akan dicek bagaimana kesiapan sekolah, apakah sudah menyediakan wadah tempat cuci tangan, thermogun atau protokol kesehatan lainnya," ujar Grace.

Setelah tahapan check list tingkat sekolah sudah siap, masih ada hal lain yakni mendapatkan persetujuan dari orang tua dan komite sekolah.

"Kalau orang tua siswa belum merasa aman dan nyaman anaknya disekolahkan, tidak apa-apa, jangan dipaksakan. Paling penting sekali lagi bagaimana kesehatan dan keselamatan siswa dan guru itu tetap terjaga," ucapnya.

Karena itu menurut dia, metode yang bisa dilakukan yaitu pembelajaran jarak jauh atau daring.

"Kalaupun tidak bisa dijangkau dengan online akan ada guru yang berkunjung ke kelompok-kelompok siswa maksimal lima orang dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Editor : Donald Karouw