get app
inews
Aa Text
Read Next : Momen SBY Beri Hormat ke Prabowo: Sekarang Beliau Komandan Saya

Tugu Pers Ini Kurang Mendapat Perhatian: Simpan Koleksi Foto Alex dan Frans Mendur

Rabu, 09 Februari 2022 - 15:05:00 WITA
Tugu Pers Ini Kurang Mendapat Perhatian: Simpan Koleksi Foto Alex dan Frans Mendur
Tugu ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Februari 2012 bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional yang digelar di Manado, Sulawesi Utara.(Foto: MPI/Subhan Sabu)

MINAHASA, iNews.id - Di pinggiran jalan Raya Kawangkoan Manado, tepatnya di Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara terdapat sebuah bangunan bernama Tugu Pers Mendur. Kondisinya kini memperihatinkan.

Tugu pers dengan bentuk patung dari Frans dan Alex Mendur itu dibangun sebagai bentuk penghargaan atas jasa keduanya. Karya yang paling fenomenal adalah ketika mereka berdua berhasil mengabadikan peristiwa yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Keduanya berhasil mengabadikan momen yang sangat penting itu dan menyimpannya sehingga tidak jatuh ke tangan tentara Jepang yang pada waktu itu memburu mereka.

Patung tersebut dibangun di tanah  kelahiran mereka, Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa. Patung keduanya yang berdiri di atas kamera jenis Leica terlihat sangat menyolok dengan cat warna keemasan.

Tugu ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Februari 2012 bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional yang digelar di Manado, Sulawesi Utara.

Di belakang tugu tersebut terdapat sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu, ciri khas rumah adat Minahasa. Bagian bawah dijadikan sebagai tempat tinggal dari pasangan suami istri Pierre Charles Mendur dan Dina Fitrianti Soerahman yang merupakan cucu keponakan dari Alex dan Frans. Sedangkan lantai dua dijadikan museum foto yang memajang hasil-hasil karya keduanya.

Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. (Foto: MPI/Subhan Sabu) 
Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. (Foto: MPI/Subhan Sabu) 

Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. Lima foto Frans yang paling dikenal yakni pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno, upacara pengibaran bendera, teks proklamasi tulisan tangan asli, teks proklamasi ketikan, serta suasana upacara terpajang di dinding kayu yang terlihat mulai rapuh itu.

Sementara hasil karya Alex yang paling dikenal yakni penjemputan Jendral Sudirman saat perang gerilya, Bandung lautan api, Konferensi Meja Bundar, Konferensi Asia-Afrika, Perjanjian Lingkar Jati, Supersemar, Bung Tomo saat memkabar semangat rakyat pada 10 November 1945 juga dipajang keliling dinding ruangan. 

Sebenarnya masih banyak lagi karya keduanya yang tidak dipajang bahkan mencapai ribuan foto tentang peristiwa masa-masa perjuangan kemerdekaan, namun karena ruangan yang tidak cukup representatif untuk memajang semua foto tersebut sehingga pihak keluarga lebih memilih untuk menyimpannya.

"film asli foto-foto ini ada di perpustakaan nasional. Tapi lima foto terkenal karya Frans, yakni suasana detik-detik kemerdekaan ada pada keluarga, Kamera Leica mereka juga masih ada," ujar Pierre Mendur, Rabu (9/2/2022).

Tugu beserta museum kecil ini dibuka untuk umum, setiap hari, dari pukul 07.00 - 17.00 Wita. Berada di sini, pengunjung serasa hanyut dibawa kembali ke masa-masa perjuangan dahulu. Kebanyakan yang berkunjung ke tempat ini berasal dari luar daerah Sulawesi Utara, pengunjung lokal malah jarang, bahkan anak sekolah pun jarang berkunjung ke museum yang sarat dengan sejarah ini.

Sayangnya, museum ini juga seakan luput dari perhatian pemerintah mulai dari pertama kali dibangun sampai dengan sekarang. Rumah panggung ini terlihat mulai rapuh bahkan terlihat sudah mulai miring, meski demikian Pierre bersama Dina tetap ikhlas merawat museum dan membersihkan foto-foto di dalamnya.

Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. (Foto: MPI/Subhan Sabu) 
Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. (Foto: MPI/Subhan Sabu) 

"Biarlah, yang penting kami masih bisa merawat museum," ucap keduanya.

Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah, dari Kota Manado butuh waktu sekitar 1 jam 43 Menit. Letak tugu sendiri berada di pinggiran jalan raya sehingga cukup mudah untuk ditemukan.

Editor: Cahya Sumirat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut