Produk UMKM Sulut yang dipamerkan langsung adalah Kain Tenun Songket Pinawetengan dan Kain Tenun dan Ikat Cofo.(Foto: Humas BI)
Subhan Sabu

MANADO, iNews.id - Bank Indonesia secara rutin menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI). Acara tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada UMKM serta para penggiat dan pembina UMKM yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam meningkatkan kinerja UMKM.

Pada tahun 2022, Bank Indonesia menyelenggarakan Pekan KKI 2022 dengan tema UMKM Indonesia Bangkit melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan KKI kali ini,  produk UMKM Sulawesi Utara (Sulut) mendapat kesempatan berharga untuk tampil secara langsung pada KKI yang digelar Bank Indonesia di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 26-29 Mei 2022.

Produk UMKM Sulut yang dipamerkan langsung adalah Kain Tenun Songket Pinawetengan dan Kain Tenun dan Ikat Cofo.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat mengatakan, selain dua produk yang hadir secara langsung pada KKI di JCC, ada juga 15 UMKM Sulut yang lolos untuk mengikuti pameran ini secara online.

“Jadi total ada 17 UMKM dari Sulawesi Utara yang mengkuti KKI ini, yakni dua hadir secara langsung dan 15 lainnya secara online,” kata Arbonas, Sabtu (28/5/2022).

UMKM Sulut yang lulus untuk mengikuti secara online di antaranya Faith Kitchen, Kanela, Lyvia, De Harvest dan Dapur Aisyah.

Kegiatan ini dihadiri secara online oleh Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf Amin. 

“Karya Kreatif Indonesia yang diselenggarakan Bank Indonesia ini merupakan ruang untuk memotivasi UMKM agar secara kontinyu menghasilkan terobosan yang adaptif, kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai selera konsumen, berorientasi ekspor dan memanfaatkan platform digital. KKI ini juga menjadi bagian Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia yang telah dicanangkan Pemerintah,” tutur Ma’ruf dalam sambutannya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, sinergi, digitalisasi dan globalisasi adalah tema sekaligus tiga kunci untuk membangkitkan UMKM menjadi kekayaan nasional dan pendorong ekonomi secara global.

Sinergi dilakukan secara erat antara 13 Kementerian/Lembaga, 5 asosiasi, dan 26 industri. Digitalisasi sebagai cara yang efektif dan efisien untuk mengintegrasikan UMKM dalam EKD Nasional. Selain itu, digitalisasi juga dapat dimanfaatkan untuk merancang desain produk UMKM.

“BI melakukan digitalisasi SP melalui QRIS dan BIFAST agar transaksi UMKM menjadi lebih cepat, mudah, aman dan handal. Globalisasi, KKI menampilkan produk unggulan berkualitas ekspor dengan harga produsen. Silakan memborong produk UMKM dengan rasa bangga menggunakan produk Indonesia dengan menggunakan pembayaran digital,” ujarnya.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT