Warga yang rumahnya terkena dampak abrasi menempati tempat pengungsian sementara di Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (16/06/2022). (Foto: Antara)
Antara

MINAHASA SELATAN, iNews.id - Sebanyak 127 keluarga yang terdiri atas 387 warga yang terdampak abrasi di daerah pesisir Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, masih bertahan di pengungsian. Mereka tersebar di beberapa tempat.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masih ada 53 keluarga yang terdiri atas 134 orang yang mengungsi di Balai Pertemuan Umum Lewet, 46 keluarga beranggotakan 158 orang yang mengungsi di Aula Sentrum Uwuran II, serta 28 keluarga beranggotakan 95 orang yang mengungsi di rumah kerabat.

Kepala Pelaksana BPBD Minahasa Selatan Thorie R Joseph mengatakan pemerintah membantu pemenuhan kebutuhan pokok warga yang mengungsi karena rumahnya terkena dampak abrasi daerah pesisir.

"Mereka tak perlu khawatir dengan logistik yang tersedia, masih mencukupi," katanya, Kamis (30/6/2022).

"Jangka panjang kita menyediakan logistik (bantuan). Jadi tak hanya di tempat pengungsian saja, tapi ketika mereka menempati tempat hunian sementara kami juga akan menyediakan logistiknya," ia menambahkan.

Menurut dia, sumbangan dari donatur untuk warga yang terdampak abrasi daerah pesisir juga masih mengalir.

Pada 15 Juni 2022, abrasi yang terjadi di kawasan pantai menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum di Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Hingga 22 Juni 2022, abrasi yang terjadi di wilayah tersebut tercatat telah menyebabkan 61 rumah rusak serta mengakibatkan kerusakan jembatan, jalan, fasilitas penyediaan air minum, penginapan, kafe, dan tempat wisata.

Warga yang rumahnya terkena dampak abrasi sebagian masih mengungsi, termasuk di antaranya 18 bayi, 34 balita, empat ibu hamil, dan 42 warga lanjut usia.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT