Tujuh korban perdagangan orang diserahkan oleh Imigrasi Tahuna kepada Rumah Detensi Imigrasi Manado. (Foto: Antara/HO-Imigrasi Tahuna)
Antara

TAHUNA, iNews.id- Kantor Imigrasi kelas II TPI Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara menyerahkan tujuh orang korban perdagangan manusia kepada Rumah Detensi Imigrasi (RDI) Manado. Mereka datang dengan menggunakan angkutan laut untuk dipulangkan ke negara asal.

Kepala seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Tahuna, Catur Febriandi Sutanto di Tahuna mengatakan, tujuh korban perdagangan orang diantar oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna, Novly TN Momongan Wawan didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, A Mido bersama Anggota Seksi Inteldakim.

Menurut dia, Minggu, 29 Mei 2022, malam, tim Imigrasi Tahuna membawa tujuh orang Deteni menggunakan kapal KM Merit Teratai dari Pelabuhan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe berangka ke Manado

"Berkas penyerahan tujuh korban perdagangan manusia dilaksanakan sekitar pukul 07.30 Wita, diserahkan oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, A Mido dan di terima oleh Kepala Seksi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rumah Detensi Imigrasi Manado, R.Dyka Lakshana Putra disaksikan oleh kepala Imigrasi Tahuna Novly T.N Momongan dan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Manado R. Ferdian Augus Sidharta," katanya, Senin (30/5/2022).

Penyerahan tujuh orang warga Filipina yang menjadi korban perdagangan manusia kepada rumah Deteksi Imigrasi Manado untuk diproses pemulangan ke negara asal.

"Tujuh orang yang menjadi korban perdagangan manusia akan dipulangkan ke negara asal. Sambil menunggu proses pemulangan, mereka harus berada di rumah Detensi Imigrasi Manado," kata dia.

Tujuh korban tersebut masing-masing; ADD (Arjiline), AMV (Angelita), GLP (Ginalyn), JBV (Jinky), JFC (Castillo) dan JAG (Judy) serta MGSR (Mary).

Tujuh warga negara Filipina yang menjadi korban perdagangan manusia ini ditangkap oleh anggota Polres Sangihe bersama dengan para pelaku yang saat ini masih ditahan oleh Polres Sangihe untuk diproses hukum.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT