"Kami berharap, setelah Kapal Tol Laut tiba di Tahuna maka harga barang kebutuhan masyarakat akan kembali normal," katanya.
Menurut dia, sebelumnya Kapal Tol Laut yang melayani rute Surabaya-Makassar-Tahuna itu mengalami kerusakan saat perjalanan menuju Tahuna.
"Kapal Tol Laut tersebut sebenarnya tiba di pelabuhan Tahuna18 Maret, tetapi karena mengalami kerusakan mesin di tengah laut dalam pelayaran dari Makassar tujuan ke Tahuna, sehingga harus kembali ke Makassar lagi," katanya.
Diakuinya, dengan tidak beroperasinya Kapal Tol Laut, sangat mempengaruhi pasokan bahan pokok dan barang penting lainnya ke Kabupaten Sangihe.
"Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat tergantung pada Tol Laut, karena 85 persen barang pokok dan barang penting lainnya berasal dari Surabaya dan Makassar," ujarnya.
Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait