Kepala BI Sulut mewisuda petani unggulan di Sulut, Kamis (18/11/2021). (Foto: Antara)
Subhan Sabu

MANADO, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mendorong penciptaan petani unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Program ini diciptakan untuk membantu para petani dalam mengembangkan kapasitas mereka. 

"Ini ditempuh dengan kegiatan  Program Petani Unggulan Bank Indonesia (PUBI)," kata Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, di Manado, Kamis (18/11/2021).

Secara khusus program ini dibuat agar para petani memiliki mindset yang lebih terarah, memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang sedang dihadapi.

"Sehingga mampu menemukan pemecahan masalah yang terbaik berdasarkan hasil investigasi," katanya.

Dia menjelaskan kemampuan itulah yang  berusaha untuk ditumbuhkembangkan selama mengikuti program ini.

PUBI tahun 2020 telah berjalan selama satu tahun, yakni sejak November 2020. Dalam kurun satu tahun tersebut, telah dilaksanakan empat tahapan pelatihan yang dilakukan secara offline dan online. 

Pertemuan offline dilakukan sebanyak empat kali dalam satu tahun, termasuk kegiatan capacity building yang dilakukan sejak tanggal 16 November 2021. 

Sedangkan kegiatan konsultasi dilakukan secara online via kanal media sosial.

Dia menjelaskan selama empat kali tahap pelatihan, para calon PUBI Tahun 2020 telah mendapatkan berbagai macam materi yang bermanfaat.

"Sehingga para petani unggulan ini telah diwisuda, karena mampu memberikan dampak pada ekonomi daerah," katanya.

Karena peserta calon PUBI juga telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan variatif, seperti pengolahan tanah, pengenalan hama dan penyakit, pembuatan pupuk organik cair (POC), pertanian terintegrasi, pemasaran pertanian secara digital, hingga manajemen keuangan. 

Berdasarkan laporan dari tim IMUTS Pelatih Indonesia selaku coach, sebagian besar peserta juga telah menerapkan ilmu yang diberikan terhadap lahan pertanian mereka, sehingga menghasilkan usaha pertanian yang lebih maju dengan pangsa pasar yang lebih luas dari sebelumnya. 


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT