Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue. (Foto: Ilustrasi/Ist.)
Antara

SANGIHE, iNews.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mencatat selama bulan Agustus 2022, sudah ada 13 kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu. Hingga kini totalnya sudah 177 orang yang kena DBD.

"Selama bulan Agustus sudah ada 13 orang warga masyarakat yang terserang demam berdarah dengue," kata Kadis Kesehatan Sangihe, Handry Pasandaran di Tahuna, Selasa (23/8/2022).

Menurut dia, demam berdarah dengue saat ini menjadi salah satu penyakit yang menonjol di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Kasus DBD saat ini menjadi salah satu penyakit yang menonjol di Sangihe sehingga membutuhkan perhatian khusus dari semua masyarakat untuk membersihkan lingkungan," ujarnya.

Dia mengimbau warga agar mewaspadai gigitan nyamuk penyebar DBD sekaligus meminta agar segera berobat ke dokter apabila merasa demam tinggi disertai mual dan sakit perut agar dapat dilakukan penanganan lebih dini terhadap kemungkinan demam berdarah.

“Jika ada gejala demam tinggi, perut kembung, mual, nyeri perut, bahkan tanda-tanda pendarahan di bawah kulit, harus segera berobat ke dokter agar penyakit bisa ditangani lebih awal," katanya.

Cuaca pancaroba yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini sangat memengaruhi peningkatan kasus demam berdarah yang berhubungan dengan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, sehingga Dinkes Sangihe bersama seluruh jajaran telah melakukan langkah-langkah penanganan mulai dari pemeriksaan jentik nyamuk hingga foging untuk membunuh nyamuk dewasa.

Pengasapan sudah kami lakukan di beberapa lokasi guna membasmi nyamuk dewasa, namun penanganan lebih maksimal harus dilakukan oleh masyarakat dengan melaksanakan kegiatan 3M yaitu, menutup, menguras dan menimbun wadah yang dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk," tuturnya.

Selama tahun 2022 ini sudah ada 177 kasus demam berdarah di Sangihe sedangkan pada tahun 2021 yang lalu ada 185 kasus, tambah dia.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT