Dodol wajik menjadi salah satu kuliner tradisional khas Kepulauan Sangihe yang masih digemari masyarakat Sulawesi Utara dan daerah lainnya. (Foto: iNews).

Setelah itu, gula merah dimasak di dalam kuali hingga mengental. Kenari kemudian ditambahkan ke dalam adonan, disusul beras ketan dan beras biasa yang telah matang serta minyak goreng secukupnya.

Adonan harus terus diaduk selama sekitar 30 menit hingga satu jam. Proses ini dilakukan sampai dodol memiliki tekstur padat dan mulai mengeluarkan minyak.

Setelah matang, dodol didinginkan sebelum dikemas. Dodol kemudian dibungkus menggunakan daun woka, dimasukkan ke dalam plastik, lalu digantung untuk meniriskan minyak hingga kering.

Pembuatan dodol wajik tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Pengadukan harus dilakukan terus-menerus agar adonan matang merata dan menghasilkan tekstur dodol yang padat.

Anti mengatakan, proses pembuatan secara tradisional tersebut masih dipertahankan meski membutuhkan waktu dan tenaga. Cara itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga cita rasa dan tradisi kuliner dari daerah asalnya.

Untuk membuat dodol wajik dengan bahan dua kilogram beras ketan dan 200 gram beras biasa, modal yang dibutuhkan mencapai ratusan ribu rupiah. 

Meski prosesnya cukup panjang, dodol wajik tetap diproduksi untuk memenuhi permintaan masyarakat dan menjaga keberadaan kuliner tradisional khas Nusa Utara.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network