Di Kota Juban, dua desa mengalami "visibilitas nol" akibat abu yang tebal. Staf kantor bencana Dennis Despabiladeras megatakan, sebuah truk pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan daerah itu.
"Evakuasi sedang berlangsung di sana, tetapi prioritas kami adalah warga lanjut usia dan mereka yang menderita asma," katanya dilansir dari Straits Times yang dikutip dari AFP.
Otoritas bandara Manila mengatakan, sejauh ini tidak ada penerbangan yang terkena dampak letusan. Pilot telah diperingatkan jika mendekati daerah tersebut.
Pihak berwenang melarang warga masuk ke radius empat kilometer di sekitar gunung berapi. Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung menyarankan mereka yang tinggal di dalam rumah karena peningkatan kemungkinan letusan freatik yang tiba-tiba dan berbahaya.
Warga di sekitar lembah dan sungai juga diimbau waspada terhadap lumpur dan aliran sungai jika terjadi hujan deras. Gunung berapi Bulusan telah aktif dalam beberapa tahun terakhir. Selusin letusan serupa tercatat pada tahun 2016 dan 2017.
Filipina terletak di "Cincin Api" Pasifik yang aktif secara seismik dan memiliki lebih dari 20 gunung berapi aktif.
Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait