"Saya yang bertanggungjawab di sini. Manajemen kami ini tidak akan berbuat bila belum melakukan ganti rugi untuk tanam tumbuh. Kami sudah lakukan. Kami sudah lakukan ganti untung ke warga," katanya.
Diketahui, akibat penyerobotan dan perusakan ini, sumber air bersih milik warga menjadi keruh. Aktivitas tambang ini telah merusak lahan yang telah mereka miliki selama puluhan tahun.
Editor : Donald Karouw
bentrok warga perusahaan tambang konawe selatan penyerobotan lahan pohon cengkeh sulawesi tenggara
Artikel Terkait