Salah satu pusat perbelanjaan di Manado dipadati konsumen saat Ramadhan. (Foto: Cahya Sumirat)

MANADO, iNews.id- Masyarakat konsumen di Tanah Air cenderung memilih untuk berburu sejumlah barang atau produk kategori non-makanan & minuman (Non F&B) selama Ramadhan. Masyarakat kemudian beralih ke kategori tersebut menjelang perayaan Idulfitri di pusat perbelanjaan.

"Puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadhan umumnya akan terjadi pada satu hingga dua pekan menjelang Idulfitri. Pada saat libur atau Idulfitri, maka konsumen akan beralih ke kategori makanan dan Mmnuman (F&B) serta hiburan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, Selasa (28/3/2023.

Alphonzus menjelaskan bahwa saat ini tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan terus mengalami peningkatan hingga 100 persen. Hal ini terjadi terutama setelah tahun lalu Pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan mencabut PPKM menjelang tutup akhir tahun 2022.

"Tidak sedikit pusat perbelanjaan yang tingkat kunjungannya telah mencapai 100 persen atau bahkan lebih, bila dibandingkan dengan sebelum pandemi," ujarnya.

Ia menambahkan rata-rata tingkat kunjungan pada tahun 2023 diperkirakan akan mengalami peningkatan lebih dari 100 persen atau paling tidak mendekati seperti sebelum masa pandemi.

"Rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada tahun 2020 yang lalu adalah sekitar 50 persen dan mengalami peningkatan sedikit menjadi sekitar 60 persen pada tahun 2021. Kemudian meningkat mencapai 90 persen pada tahun 2022," katanya. 


Editor : Cahya Sumirat

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network