Dinas Perhubungan Minahasa Tenggara sementara mengkaji penyesuaian tarif angkutan umum. (Foto: Antara). 
Antara

MINAHASA TENGGARA, iNews.id - Dinas Perhubungan Kabupaten Minahasa Tenggara melakukan kajian terkait kenaikan tarif angkutan umum. Rencana kenaikan ini akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kami saat ini masih melakukan kajian untuk menyesuaikan kenaikan tarif angkutan umum khusus dalam kabupaten," kata Kepala Dinas Perhubungan Minahasa Tenggara  Muchtar Wantasen di Ratahan, Selasa (15/2/2022).

Dia mengatakan, kenaikan tersebut diperlukan karena angkutan umum tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak yang bersubsidi.

"Karena BBM jenis premium tidak ada dan diganti dengan pertalite sehingga tarif angkutan umum harus dikaji," ujarnya.

Muchtar menjelaskan, dari kajian yang dilakukan pihaknya, besaran kenaikan tarif untuk setiap trayek yakni 30 persen.

"Penetapan tarif baru, kami akan mengundang aliansi sopir angkutan umum di Minahasa Tenggara," ucapnyat.

Sementara itu, berdasarkan SK Bupati Minahasa Tenggara Nomor 57 tahun 2016, tentang penetapan tarif angkutan umum dalam kabupaten rinciannya yaitu, trayek Ratahan-Tombatu untuk penumpang umum Rp7.000 dan siswa Rp6.200.

Sedangkan trayek Ratahan-Minanga untuk penumpang umum Rp 7.800 dan siswa Rp5.600, trayek Ratahan- Lobu penumpang umum Rp11.200, dan siswa Rp9.300.

Ketua Komisi I DPRD Minahasa Tenggara Artly Kountur mengingatkan agar kenaikan tarif angkutan umum tidak merugikan masyarakat dan para sopir.

"Memang untuk kondisi sekarang harus ada penyesuaian tarif, namun kenaikan ini diharapkan tidak merugikan pihak manapun," ujarnya.

Dia berharap sebelum penetapan tarif baru perlu dilakukan diskusi bersama semua pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT