Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat, Sabtu (20/8/2022). (Foto: MPI/Subhan Sabu)
Subhan Sabu

MANADO, iNews.id - Perkembangan transaksi uang elektronik di Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan Il 2022 tercatat sebesar Rp424 miliar. Transaksi meningkat sebesar 20,4 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan transaksi uang elektronik ini didorong oleh pengembangan penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran non tunai berbasis QR Code.

"Per Juli 2022, total merchant QRIS di Sulut berjumlah 182.719 merchants. Sedangkan total pengguna baru QRIS di Sulut per Triwulan l tahun 2022 telah mencapai 67,65 persen atau 61.562 pengguna baru QRIS dari target 91.000 pengguna," ujar Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat, Sabtu (20/8/2022).

Berdasarkan data tersebut potensi untuk pengembangan QRIS di Sulut masih besar dan menjadi market menarik bagi Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) serta menjadi potensi peningkatan transaksi digital di masyarakat.

"Bank Indonesia terus melakukan inovasi fitur-fitur yang dimiliki QRIS yaitu QRIS TTM (Tanpa Tatap Muka), QRIS on Delivery, QRIS Ecosystem, QRIS CPM (Customer Presented Mode), QRIS TTS (Transfer, Tarik, Setor), dan QRIS Cross Border sehingga mendukung peningkatan transaksi secara online," tutur Arbonas.

Lebih lanjut Arbonas mengatakan bahwa perekonomian digital saat ini berkembang dengan sangat pesat. Berbagai transaksi kini dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan menggunakan smartphone.

Perilaku masyarakat juga telah berubah, dan manfaat atas transaksi secara digital tersebut sudah dirasakan secara luas baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat.

"Aktivitas ekonomi di sektor barang dan jasa menjadi salah upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi di Sulut. Pertumbuhan transaksi perdagangan barang dan jasa melalui sistem elektronik (ecommerce) di Indonesia membawa implikasi pada pembayaran digital yang mengalami peningkatan seiring dengan penetrasi teknologi yang demikian pesat dan besarnya jumlah penduduk sebagai konsumen potensial," tutur Arbonas.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT