Raja Tuna Jepang Kyoshi Kimura demo memotong ikan tuna 80 kg menggunakan katana saat memeriahkan Festival Kuliner Ikan Tuna di Gorontalo, Sabtu (3/9/2022). (Foto : Ist)

GORONTALO, iNews.id - Raja Tuna dari Jepang Kyoshi Kimura memeriahkan Festival Kuliner Ikan Tuna di Gorontalo, Sabtu (3/9/2022). Bahkan dia ikut demo memotong tuna seberat 80 kg menggunakan katana yang biasa digunakan para samurai.

Kimura membawa serta lima chef dan para jagoan pemotongan tuna dari Jepang ke acara festival yang berlangsung di Lapangan Ippot, Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel yang memprakarsai kegiatan ini mengatakan, festival tuna tersebut berlangsung pada 2-4 September 2022.

“Ini sebagai bagian dari upaya membangun budaya tuna di Gorontalo,” ujarnya, Sabtu (3/9/2022).

Festival ini dimeriahkan dengan beragam kuliner ikan tuna, demo memotong ikan tuna, demo memasak ikan tuna, lomba memakan ikan tuna, lomba memasak ikan tuna dan lomba memotong ikan tuna.

Kimura merupakan pemilik jaringan restoran Sushi Zanmai dan perusahaan Kiyomura Corporation. Basis usahanya dimulai di pasar ikan Tsukiji di Tokyo.

Dia merupakan kawan kuliah Gobel di Chuo University, Jepang. Pada 2019, dia membuat geger dunia ketika memenangkan lelang blue fin tuna dengan berat 278 kg dengan harga fantastis, yaitu 333,6 juta yen atau sekitar Rp45 miliar. Normalnya harganya ikan tersebut sekitar 88 dolar AS per kg.

“Pak Kimura melakukan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap nelayan ikan tuna. Jadi bukan soal harganya tapi apresiasinya,” kata Gobel.

Dalam demo memasak ini, Kimura memimpin langsung pemotongan ikan tuna seberat 80 kg yang didapat dari Teluk Tomini. Dia memulai dengan irisan dengan menggunakan katana, pedang yang biasa digunakan oleh samurai.

Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pisau yang lebih pendek dari katana. Lalu kembali mencoba satu irisan.

“Ini enak. Banyak lemaknya,” kata Kimura.

Hasil pemotongan itu kemudian langsung diiris menjadi potongan-potongan kecil menjadi sushi dan dicoba oleh para pengunjung. Rasanya memang lezat sekali. Lebih lezat dari sushi di restoran di Jakarta. Bahkan para pengunjung antre sampai memanjang.

Sebelum melakukan demo pemotongan tuna dan pembuatan sushi, pengunjung menyaksikan lelang ikan tuna dari para nelayan Gorontalo. Lelang dipimpin tukang lelang dari Kabupaten Pohuwato, Tunce Bolumulo (58), pensiunan Dinas Perikanan dan Kelautan Pohuwato.

Ikan yang dilelang pertama yakni ikan tuna ekor kuning dengan berat 85 kg. Harga dibuka dengan Rp1 juta, lalu mulai terjadi tawar menawar oleh pengunjung. Namun harga terus naik sehingga menyisakan peserta Rachmat Gobel dan Kimura.

Lelang pertama dimenangkan Gobel dengan harga Rp17,5 juta. Lelang kedua untuk ikan tuna ekor kuning dengan berat 80 kg dimenangkan Kimura seharga Rp18 juta. Ikan dengan berat tersebut biasanya sekitar Rp3 juta.

Setelah itu Kimura menunjukkan kepada publik bagaimana mengecek ikan dengan kualitas yang lebih baik. Dia mengiris di bagian pangkal ekor.

“Banyak lemaknya. Sedangkan ikan satunya sudah tidak segar,” katanya.

Ikan yang memiliki berat 80 kg itulah yang kemudian dibawa ke panggung untuk demo pemotongan ikan tuna.

Kimura mengatakan, ikan ini dia perkirakan dari kedalaman 50 meter.

“Yang lebih enak jika dari kedalaman 100-200 meter karena kandungan lemaknya sudah lebih banyak,” ucapnya.

Raja Tuna Jepang Kyoshi Kimura beserta lima chef saat menghadiri Festival Kuliner Ikan Tuna di Gorontalo, Sabtu (3/9/2022). (Foto : Ist)

Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network