Roy Manampiring (42) warga asal Manado, Sulawesi Utara yang menjadi salah satu dari 13 korban pembantaian KKB di Nduga, Papua. (Foto : ist)
Edy Siswanto, Nathan Making

JAYAPURA, iNews.id - Sebanyak 13 warga sipil menjadi korban pembantaian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Nogoloid dan Yosoma 1, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Salah satu korban yakni Roy Manampiring (42) warga asal Manado, Sulawesi Utara.

Jenazah Roy ditemukan 4 hari setelah kejadian. Bermula dari anggota TNI-Polri mendapat laporan masyarakat atas penemuan mayat di tanjakan Adu Mama 2 (Dua), Rabu (20/7/2022).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi membenarkan evakuasi tersebut. Saat kejadian, awalnya korban tidak mengetahui adanya kejadian pembunuhan 10 warga sipil di Nogolait dan Yosoma 1.

Korban ketika itu berjalan kaki dari tempat tinggalnya yang berada di area pembangunan bandara baru menuju ke Distrik Kenyam. Saat itu korban berjalan kaki dari Batas Batu menuju Kenyam dengan beberapa masyarakat OAP (orang asli Papua).

"Namun dalam perjalanan korban bersama masyarakat OAP bertemu dengan KKB. Beberapa masyarakat OAP langsung melarikan diri ke hutan dan berpisah dengan korban,” ujar Kamal, Rabu (20/7/2022).

Menurut informasi dari rekan kerjanya, korban sering berjalan kaki dari Batas Batu menuju Kenyam setiap hari Sabtu. Dia bekerja sebagai operator mesin senso. 

“Jenazah Roy Manampiring langsung disemayamkan di Puskesmas Kenyam Nduga dan rencana akan diterbangkan ke Mimika,” katanya.

Menurutnya, secara keseluruhan personel gabungan TNI-Polri dibackup Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengevakuasi 13 korban penembakan yang dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya, Rabu (20/7/2022).


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT