Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Muhammad Kamaludin. (Foto: Antara)
Antara

MANADO, iNews.id - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara membangun jalan dan jembatan guna menyokong Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara. Pekerjaan beberapa akses jalan sudah dilakukan dan dilebarkan.

"Kita sudah menangani peningkatan jalan akses menuju Pantai Pulisan sepanjang 2,8 kilometer, selain itu pelebaran jalan Girian-Likupang sepanjang 5,6 kilometer," kata Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Muhammad Kamaludin di Manado, Kamis (14/7/2022).

Pihaknya sudah mengerjakan pembangunan jalan lingkar luar (Manado Outer Ring Road III) tahap satu sepanjang 1,5 kilometer di tahun 2021, dilanjutkan dengan MORR III tahap dua juga dengan panjang bentangan jalan yang sama.

"Tahun depan kita juga mengusulkan kelanjutan pembangunan MORR III tahap tiga sepanjang 1,9 kilometer," katanya.

Pembangunan MORR ini akan terkoneksi dengan MORR I dan MORR II yang telah dibangun sebelumnya, jalan lingkar luar Manado ini terkoneksi dengan ruas jalan menuju DPSP Likupang.

BPJN juga mengerjakan Jembatan Boulevard II yang ditargetkan selesai pada bulan Agustus tahun ini.

"Pembangunan infrastruktur ini juga adalah bagian dari mendukung destinasi pariwisata Likupang," katanya.

Begitupun dengan selesainya pembangunan Tol Manado-Bitung sepanjang 39,9 kilometer dan sudah dioperasikan PT Jasamarga Manado-Bitung.

Dia berharap, pembangunan infrastruktur yang menghubungkan pesisir Wori, Manado, dan Girian dengan kawasan pariwisata Likupang akan meningkatkan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

"Infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah dan sementara dibangun ini juga dalam rangka mendorong sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Sulawesi Utara," katanya.

Likupang telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas bersama dengan Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat).


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT