Pertamina mencatat sebanyak 220.000 kendaraan telah mendaftar dalam program subsidi tepat sasaran pada platform MyPertamina. (Foto: Istimewa)
Mochamad Rizky Fauzan

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 220.000 kendaraan telah mendaftar dalam program subsidi tepat sasaran pada platform MyPertamina. PT Pertamina (Persero) mencatat hampir 80 persen pendaftar adalah kendaraan yang mengonsumsi Pertalite, sedangkan sisanya menggunakan Solar subsidi.

"Masyarakat yang mendaftarkan kendaraan mereka pada program subsidi tepat sasaran itu tidak hanya terbatas pada kota atau kabupaten yang memang secara resmi telah dibuka periode pendaftarannya, namun dari seluruh provinsi di Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting dalam keterangan tertulis, Minggu (24/7/2022).

Ginting menjelaskan, melihat tingginya pendaftar dari seluruh wilayah, beberapa waktu lalu, Pertamina memang sudah memperluas wilayah pendaftaran hingga 50 kota maupun kabupaten.

Dia menambahkan, Pertamina secara bertahap akan terus memperluas wilayah program subsidi tepat sasaran seiring tingginya dukungan masyarakat dalam mewujudkan penyaluran BBM subsidi agar bisa lebih tepat sasaran.

Perseroan memastikan kesiapan di lapangan dalam bentuk stan pendaftaran secara langsung untuk memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan kendaraan mereka.

Stan pendaftaran langsung itu untuk membantu dan mempermudah akses masyarakat dalam melakukan pendaftaran. Konsumen cukup datang langsung dan mereka akan dibantu pengisian data serta dokumen pendukungnya oleh petugas di stan tersebut. 

“Booth pendaftaran langsung akan tetap disediakan untuk mempermudah masyarakat yang tidak memiliki handphone atau akses internet. Bagi yang punya bisa langsung ke website subsiditepat.mypertamina.id atau melalui menu Subsidi Tepat pada aplikasi MyPertamina,” kata dia.

Saat ini, Pertamina masih membuka pendaftaran kendaraan ke dalam program subsidi tepat sasaran tersebut. Pembelian Pertalite dan Solar subsidi sekarang juga masih seperti biasa dan belum ada pembatasan.

"Ke depan, program itu akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM subsidi yang ditentukan pemerintah," ucapnya.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT