Ia juga meminta agar para petugas dan penanggungjawab bisa melakukan komunikasi yang transparan, cepat, bagus, dan simple dengan beberapa pihak seperti Rumah Sakit, PMI, BPOM, Kepolisian, dan Komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua Tim Visitas, Sabriani Ibrahim menjelaskan dari hasil penilaian masih ada yang menjadi catatan untuk segera diperbaiki, seperti alur gedungnya. Diakuinya memang ini masih tergolong baru, jadi akses dari ruangan pasien atau dari masyarakat yang mau kesini masih perlu dibuatkan alur tersendiri.
Akses jalan antara gedung rumah sakit dan gedung UTD perlu diadakan karena takutnya jika terjadi hujan akan terkendala pasien untuk datang kesini. Tiap ruangan harus ada tempat cuci tangan, penyediaan pengukur suhu ruangan, ketersediaan ruangan logistik, limbah harus ada pemisahan antara yang cair dan padat, serta ketersediaan ruang ganti baju atau APD.
"Secara keseluruhan UTD RSUD Toto Kabila ini sudah bisa beroperasi untuk melayani kebutuhan darah masyarakat," kata Sabriani.
Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait