Kritik seorang wisudawan. (Foto: tangkapan layar)
Subhan Sabu

MANADO, iNews.id - Viral di sosial media seorang wisudawan mengkritik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado saat acara wisuda yang digelar di Auditorium Unsrat, Rabu (25/5/2022). Kritikan tersebut cukup menohok terkait pungli.

Dalam sebuah video berdurasi 10 menit yang dibagikan oleh akun instagram @manadoinsight itu terlihat seorang pria sedang mengikuti acara wisuda. Usai tali toganya dipindahkan oleh Rektor, terlihat dia meletakkan secarik kertas di atas meja

Terlihat juga Rektor sempat melirik dan membaca tulisan di dalam kertas itu. Sedetik kemudian, pria itu membentangkan kertas di hadapan kamera yang bertuliskan kalimat kritik.

"Aksi dari wisudawan tersebut sempat menghebohkan warganet, sejumlah netizen memposting di medsos aksi dari wisudawan tersebut," tulis akun @manadoinsight dikutip Rabu (25/5/2022).

Postingan itu kemudian mendapat tanggapan beragam dari netizen

"Rahasia umum," tulis akun @mano***

"Ah, gagah dan berani," tulis akun @chj***

"So nda mo heran," tulis akun @kbsr***

Sementara itu, Rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado akan mengkaji terkait tindakan dari salah satu wisudawan yang viral di sosial media. Sebab kritik dilakukan saat berlangsungnya acara wisuda.

Kepada MNC Portal Indonesia (MPI) Humas Unsrat Manado Max Rembang mengaku terkejut karena ini baru terjadi pertama kalinya.

"Karena dalam pengalaman selama ini baru kali ini terjadi sejak Unsrat ada lah. Ini suatu tindakan yang mengejutkan," ujar Max Rembang kepada MPI, Rabu (25/5/2022).

Dia mengatakan sudah berkonsultasi dengan Rektor Ellen Kumaat terkait kejadian tersebut.

"Setelah berkonsultasi dengan Ibu Rektor, kami akan kaji lagi. Jadi kami jangan langsung memvonis dia, bisa saja pernyataan itu ada yang menunggangi walau pun tidak bisa digeneralisir," katanya.

Dia menyebutkan sesuai pesan dari Rektor akan dibentuk tim untuk mengkaji tindakan wisudawan yang berasal dari Fakultas Pertanian tersebut. 

Hasil kajian nantinya akan menentukan nasib dari wisudawan yang melakukan aksi kritik tersebut

"Ini berdasarkan hasil kajian, mungkin nanti kita lihat perkembangannya seperti apa, kan kita belum bisa menggunakan asumsi, kita harus menggunakan hasil kajian itu, artinya itu sudah clear, katakanlah apa yang harus kita ambil tindakan terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

Diketahui, jumlah wisudawan dan wisudawati pada periode kali ini berjumlah 1.380 orang dengan rincian 775 mengikuti secara luring dan 605 mengikuti secara daring.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT