"Sempat bicara dengan mereka agar diurus di Polsek Ratahan, tapi mereka tidak mau, malah anggap enteng saya karena cuma masyarakat biasa mungkin. Saya kemudian merekam video dan mengancam akan posting di sosmed tapi saya malah diancam balik mereka akan cari saya kalau di-posting," katanya.
Rifay juga mengaku kalau enam orang ASN itu sempat akan mengeroyok dirinya, namun karena dia mengeluarkan handphone dengan maksud akan merekam, niat itu kemudian diurungkan.
"Saya pikir pejabat, gak tahunya hanya pegawai biasa tapi gaya menakutkan. Intinya saya tidak minta ganti rugi apa-apa pada mereka, saya cuma ingin mereka ada inisiatif minta maaf, tetapi sampai sekarang tidak ada," ucapnya.
"Untuk Bapak Gubernur, tolong ditegur ini orang-orang supaya tidak akan tejadi hal-hal sama dengan ini," ujarnya.
Rekaman video ini pun viral usai dibagikan korban. Para netizen dibuat geram dengan ulah oknum ASN tersebut. Informasi diperoleh, para ASN ini sudah ditangani pimpinannya untuk meminta maaf.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait