31 Desa dari 4 Kecamatan di Bolsel Dilanda Krisis Air Bersih usai Banjir

Koran SINDO ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 08:33 WIB
31 Desa dari 4 Kecamatan di Bolsel Dilanda Krisis Air Bersih usai Banjir
Mobil damkar diubah fungsi untuk penyaluran air bersih ke warga yang terdampak banjir. (FOTO: Istimewa)

BOLSEL, iNews.idBanjir yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) masih menyisahkan dampak bagi masyarakat. Kini warga dilanda krisis air bersih akibat sarana dan prasarana air bersih atau sistim penyediaan air minum (Spam) yang mengaliri 31 desa di empat kecamatan rusak diterjang banjir.

Sementara sumur warga yang menjadi pemenuhan kebutuhan alternatif air bersih, sampai saat ini belum bisa digunakan karena keruh dan masih tergenang lumpur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Teddy Menika melalui Kabid Ciptakarya Arman Dali memberkan hal tersebut. Menurutnya, pipa induk di SPAM IKK (ibu kota kecamatan) Pinolosian dan IKK Molibagu, putus diterjang derasnya arus air banjir bercampur lumpur.

"Selain itu sejumlah pipa jaringan menuju pemukiman warga juga putus,” kata Arman, Selasa (28/7/2020).

Dia mengatakan, petugas lapangan sudah turun melakukan pemeriksaan jumlah pipa SPAM yang rusak.

"Proses perbaikan pipa induk dan jaringan yang rusak bisa berlangsung sebulan. Tapi kami upayakan lebih cepat dari perkiraan,” katanya.

Untuk Kecamatan Pinolisian Tengah dan Helumo, pipa induk dan jaringan dalam kondisi baik. Namun air di bak penampung tidak bisa digunakan karena keruh.

"Air bak penampung sudah bercampur lumpur sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi warga,” ucapnya.

Kendati demikian, Arman menyampaikan agar warga terdampak tidak perlu hawatir. Pemerintah daerah telah mengantisipasi hal tersebut.

“Pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai PPW Sulut mulai menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Ada dua mobil tangki  kapasitas 4.000 liter yang beroperasi tiap hari melayani masyarakat,” kata Arman.

Di sisi lain, warga  terdampak dibantu ASN jajaran Pemkab Bolsel, TNI dan anggota Polres Bolmong serta Kotamobagu. Selain menyalurkan bantuan logistik dan sembako, Pemkab Bolsel juga membuka dapur umum di wilayah terdampak serta aparat membuka jalur yang terputus.

"Pemkab melibatkan semua instansi, TP PKK dan Dharma Wanita Bolsel untuk memasak di dapur umum. Usai dimasak, makanan dibungkus dan dibagikan kepada warga terdampak,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bolsel Aldy Gobel.

Selain itu katanya, warga terdampak juga mendapat pelayanan kesehatan gratis.

"Jadi selain memastikan ketersediaan makanan, pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi kesehatan warga terdampak. Petugas Puskesmas di wilayah aktif turun ke desa untuk pelayanan kesehatan gratis,” katanya

Sementara itu, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru mengatakan, pemkab akan menjamin ketersediaan makanan bagi warga terdampak selama belum bisa beraktivitas.

"Dapur umum akan tetap dibuka selama warga terdampak belum bisa beraktivitas seperti biasa. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan,” kata bupati.

Sejumlah desa yang terdampak banjir dan kekurangan air bersih di antaranya Pilolantungan, Salango, Molibagu, Tabilaa di Kecamatan Bolaang Uki, kemudian Desa Linawan, Nunuk, Pinolosian, Ilomata, Pinsel dan Kombot di Kecamatan Pinolosian. Selanjutnya Desa Mataindo, Mataindo Utara di Kecamatan Pinolosian Tengah. Lalu Desa Bakida, Transpatoa, Halabolu, Duminanga dan Biniha di Kecamatan Helumo


Editor : Donald Karouw