9 Kesenian Daerah Sulawesi Utara Beserta Maknanya
Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup di laut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang/keong sebagai satu tumpukan musik.
Musik bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Manado. Dengan hadirnya musik ini pada pagelaran kesenian dan acara tertentu, telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.
Awalnya, nia atau kerang (dalam ukuran cukup besar dapat dipegang dengan kedua tangan manusia) digunakan manusia sebagai alat komunikasi yang digemakan (dibunyikan dengan cara meniup bia tersebut) dari suatu tempat tinggi di pesisir pantai (bukit atau di atas pohon kelapa).
Orang Minahasa menyebutnya Pontuang. Di wilayah pedalaman Minahasa, pontuang digunakan oleh kelompok mapalus, yang dibunyikan pada pagi hari, sebagai tanda saatnya berangkat ke ladang.
Editor: Cahya Sumirat