Banjir-Longsor di Manado, Ini Analisa BMKG

Antara · Minggu, 17 Januari 2021 - 17:38:00 WITA
Banjir-Longsor di Manado, Ini Analisa BMKG
Tim SAR saat melakukan evakuasi terhdap korban longsor di Perkamil, Manado. (Foto: Dok.SAR)

MANADO, iNews.id - Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi (BMKG) Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle mengatakan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kota Manado secara umum disebabkan oleh pusat tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara. Dampak tekanan rendah tersebut  menyebabkan terjadinya konvergensi.

"Hal ini memicu terbentuknya awan-awan hujan yang aktif di seluruh wilayah Sulawesi Utara," kata  Ben Arther di Manado, Sabtu (16/1/2021). 

Kejadian hujan lebat tersebut juga dapat dilihat dari kelembaban udara yang relatif lembab dan citra satelit yang menunjukkan terbentuknya awan-awan konvektif potensi terjadi hujan intensitas sedang–lebat dengan durasi lama.

“Inilah yang menyebabkan kondisi tanah yang semakin jenuh sehingga terjadi banjir dan tanah longsor,” ujarnya. 

Ben menjelaskan, berdasarkan data BMKG yang ditunjang data input prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Klas II Sam Ratulangi Manado, kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Utara masih diliputi awan-awan konvektif untuk beberapa hari ke depan.

Dari analisis streamline ketinggian 3000 kaki pada tanggal 16 Januari 2021 jam 00 UTC menunjukkan bahwa terdapat pusat tekanan rendah (1003 hPa) di Australia bagian Utara. 

Adanya gangguan cuaca tersebut menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi di sepanjang wilayah Laut Sulawesi bagian Utara.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: