BI: Tekanan Inflasi di Manado dan Kotamobagu Bagian dari Pemulihan Ekonomi 

Subhan Sabu · Selasa, 05 Januari 2021 - 17:30:00 WITA
BI: Tekanan Inflasi di Manado dan Kotamobagu Bagian dari Pemulihan Ekonomi 
Ilustrasi. Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Pergerakan harga-harga pada Desember 2020 di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan adanya kenaikan tekanan inflasi. Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,47 persen (mtm) sementara Kota Kotamobagu mencatat inflasi sebesar 0,71 (mtm). 

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 0,27 persen (mtm) dan 0,65 persen (mtm). Dengan demikian, inflasi tahunan Manado dan Kotamobagu pada Desember 2020 masing-masing tercatat sebesar -0,18 persen (yoy) dan 3,67 persen (yoy). 

Inflasi tahunan Manado tersebut berada di bawah rentang target inflasi nasional 3±1 persen (yoy), sedangkan inflasi Kotamobagu masih bergerak dalam rentang target  dimaksud. 

Adapun secara nasional, IHK bulan Desember 2020 tercatat inflasi sebesar 0,45 persen(mtm) dengan laju inflasi tahunan sebesar 1,68 persen (yoy) atau di bawah rentang target dimaksud.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan jika dilihat dari kelompok penyusunnya, pergerakan harga di Manado sebagian besar digerakkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kemudian kelompok transportasi, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. 

"Indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,80 persen (mtm) dan memberikan kontribusi sebesar 0,23persen (mtm)," kata Arbonas, Senin (4/1/2021).

Kenaikan harga kelompok tersebut pada bulan Desember 2020 terutama didorong oleh kenaikan komoditas perikanan. Kenaikan harga sejumlah komoditas perikanan sejalan dengan penurunan stok di pasar yang dipengaruhi peningkatan anomali cuaca menjelang puncak musim hujan. 

Sementara itu, komoditas strategis bawang-rica-tomat cenderung stabil dengan kenaikan cabai rawit yang diimbangi dengan penurunan harga tomat. 

Dari kelompok transportasi, kenaikan tekanan inflasi sejalan dengan kenaikan tarif angkutan udara, tarif kendaraan roda empat online serta kenaikan harga sepeda motor. Kenaikan ketiga komoditas tersebut sejalan dengan cenderung meningkatnya mobilitas masyarakat kota Manado menjelang akhir tahun. 

Adapun kenaikan tekanan inflasi kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga didorong oleh kenaikan IHK kain gorden dan sabun detergen. Fenomena yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Kotamobagu. Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi faktor penyebab utama inflasi di Kotamobagu. 

"Kelompok tersebut memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,46% (mtm) dari total tekanan inflasi bulanan Kotamobagu sebesar 0,71% (mtm). Sejalan dengan Manado, kenaikan tekanan inflasi pada kelompok tersebut juga berasal dari kenaikan harga-harga kelompok perikanan seperti ikan cakalang, ikan malalugis dan cakalang diawetkan," ujar Arbonas. 

"Bank Indonesia dan TPID Sulawesi Utara memandang meningkatnya tekanan inflasi di Kota Manado dan Kotamobagu menunjukan bahwa proses pemulihan perekonomian terus berjalan," tutur Arbonas

Aktivitas sosial ekonomi kembali menunjukan tren positif pada Desember 2020. Rata-rata Google Mobility Index untuk Sulawesi Utara terutama untuk kategori grosir dan farmasi telah mencapai angka positif sejak Oktober 2020 dan menunjukan tren meningkat terutama pada tiga minggu pertama bulan Desember. 

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: