Bob Sadino Ternyata Pernah Jadi Supir dan Kuli Bangunan, Begini Kisahnya

Rina Anggraeni ยท Selasa, 22 Februari 2022 - 20:54:00 WITA
Bob Sadino Ternyata Pernah Jadi Supir dan Kuli Bangunan, Begini Kisahnya
Kisah sukses Bob Sadino menjadi motivasi bagi pemula yang ingin mulai berbisnis. Sebelum jadi pengusaha sukses, Bob pernah menjalani berbagai macam pekerjaan. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA, iNews.id - Bagi pebisnis pemula, kisah sukses Bob Sadino menjadi motivasi hingga meraih kesuksesan dalam berbisnis. Sebelum diketahui menjadi pengusaha sukses, Bob pernah menjalani berbagai macam pekerjaan. 

Pria kelahiran 3 Maret 1933 ini berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun, saat usianya menginjak 19 tahun, kedua orang tua Bob meninggal dunia. Bob pun ditinggalkan warisan oleh kedua orang tuanya, dan dia menggunakan sebagian warisan tersebut untuk keliling dunia.

Bob diketahui mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Yogyakarta pada tahun 1947. Kemudian, SMP di Jakarta tahun 1950, dan SMA di Jakarta tahun 1953. Perjalanan karir Bob dimulai setelah dia lulus dari SMA, di mana Bob memilih tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Bob Sadino akhirnya memutuskan untuk bekerja di Unilever beberapa tahun sebelum dia bekerja di luar negeri. Pada tahun 1955, Bob mengundurkan diri sebagai karyawan Unilever dan pergi keluar negeri. Selama 9 tahun di Belanda dia bekerja di perusahaan pelayaran Djakarta Lylod di Kota Amsterdam dan Jerman.

Usaha keras bagian dari kisah sukses Bob Sadino adalah ketika dia menjadi supir setelah kepulangannya dari Belanda sebagai perantau. Berbekal gaji hasil kerja di Eropa dan sisa warisan keluarganya, Bob membuka usaha mobil dan dia sendiri yang menjadi supir. 

Usahanya tersebut tidak berjalan lancar setelah musibah kecelakan menimpa Bob yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Akibat musibah yang menimpanya, Bob mengalami kerugian besar dan tidak bisa melanjutkan usaha sewa dan memperbaiki mobilnya. 

Desakan kesulitan itu akhirnya membuat Bob menjadi kuli bangunan untuk menyambung hidup dirinya dan keluarga, dan dia hanya dibayar Rp100 untuk pekerjaannya itu.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: