Bolmong Tetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 Hari hingga 7 Agustus

Sindonews, Cahya Sumirat ยท Senin, 27 Juli 2020 - 09:28 WIB
Bolmong Tetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 Hari hingga 7 Agustus
Banjir yang melanda di Kabupaten Bolmong, Sulut. (Foto: iNews/Risnan Labenjang)

BOLMONG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 25 Juli hingga 7 Agustus mendatang. Hal ini setelah bencana hidrometeorologi melanda yakni banjir dan longsor yang menerjang sejumlah desa di Bolmong.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan, Pusat Pengendali Operasi BNPB mengidentifikasi beberapa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah Indonesia jelang akhir minggu keempat Juli 2020, termasuk salah satunya di Bolmong.

BPBD Bolmong melaporkan banjir dan longsor terjadi di tiga kecamatan. Bencana tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2020) pukul 03.30 Wita. Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Dumoga Barat, Dumoga Tengah dan Dumoga Utara dengan total 10 desa.

Ke-10 desa terdampak bencana dari tiga kecamatan tersebut yakni Desa Doloduo, Doloduo III, Ikhwan, Wangga Baru dan Wangga Baru (Kecamatan Dumoga Barat), Desa Kosio Induk dan Kosio Barat (Dumoga Tengah), Desa Dondomon, Dondomon Utara dan Dondomon Selatan (Dumoga Utara)," katanya.

Akibat bencana ini  terdata ada Sebanyak 301 KK (905 orang) mengungsi ke rumah kerabat. Total ada 259 rumah terdampak banjir. Dampak lain berupa jalan penghubung Desa Doloduo III-Desa Toraut Ambles dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Terdapat 10 titik longsoran pada ruas jalan Doloduo-Molibagu sebagai akses penghubung Bolmong dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Di samping itu, jalan penghubung, jembatan Kosio penghubung Kecamatan Dumoga Tengah dan Dumoga Barat ambles tujuh meter.

"BPBD dan dinas terkait lainnya telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti kaji cepat, evakuasi korban dan koordinasi dengan instansi terkait. Alat berat dan jembatan darurat telah dikerahkan untuk membuka akses penghubung Desa Doloduo III dan Desa Toraut," katanya.

Sebelumnya, Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Rafik Andhika Alamri mengungkapkan, kejadian banjir di wilayahnya dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Hujan deras ini menyebabkan debit Sungai Ongkag Dumoga dan debit Air Bendung Toraut meluap dengan tinggi muka air 50-200 cm. 

"Saat ini tim dari Balai Jalan Nasional bersama Dinas PU dan BPBD sedang mengkaji lokasi untuk pembuatan jembatan darurat serta pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan. Kebutuhan masyarakat yang saat ini sangat mendesak yaitu makanan siap saji, perlengkapan tidur, alat berat dan jembatan darurat," kata Alamri.


Editor : Donald Karouw