Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano yang Terbentuk dari Kisah Cinta

Nani Suherni ยท Selasa, 02 Agustus 2022 - 09:00:00 WITA
Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano yang Terbentuk dari Kisah Cinta
Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano (Foto: Instagram/danau_tondano)

MINAHASA, iNews.id - Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano menyimpan sejumlah kisah. Konon diceritakan Danau Tondano terbentuk karena kisah cinta. 

Danau Tondano ini memang luar biasa memukau dan suasananya juga cukup tenang serta sejuk. Hamparan perbukitan gunung yang mengapitnya serta tenangnya air membuat tubuh rasanya seperti berada di surga. Terlebih kawasan ini juga masih sepi pengunjung sehingga membuat liburan akan semakin intim dengan alam seindah ini.

Sekitar danau tersebut memang dipadati dengan penduduk dan juga warung makan. Danau Tondano ini menjadi salah satu danau vulkanik di Indonesia yang terbentuk secara alami akibat bencana alam. Luasnya mencapai 4.278 hektare jika dilihat sekilas berasa melihat lautan lepas di tengah pemukiman warga. Namun, di balik indahnya alam legenda Danau Tondano cukup melekat di kalangan masyarakat.

Berikut Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano;

Konon, danau ini terbentuk karena kemurkaan alam karena pernikahan anak dari Tonaas bagian Utara dan Selatan. 

Tonaas merupakan pemimpin kekuasaan yang kala itu mendiami dua kubu di sebuah gunung tinggi. Diceritakan, kedua pemimpin ini pun memiliki anak.

Dikisahkan Tonaas Utara dikarunia anak perempuan bernama Marimbaouw sedangkan Tonaas Selatan memiliki anak laki-laki bernama Maharimbouw. Semasa kecil keduanya tidak pernah bertemu karena perbedaan wilayah tersebut.

Persoalan penerus tahta

Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano (Foto Instagramdanau_tondano)
Cerita Rakyat Sulawesi Utara, Legenda Danau Tondano (Foto Instagramdanau_tondano)

Namun, awal mula permasalahan ini terjadi karena Marimbouw yang menjadi satu-satunya anak dari Tonaas Utara merupakan perempuan. Hal ini menjadi penghalang penerus kekuasaan dan tahta.

Lalu, sang ayah pun memintanya untuk berperilaku dan berpakaian layaknya pria serta melakukan sumpah untuk tidak menikah agar tahta turun kepadanya. Janji itu pun disaksikan oleh masyarakat sekitar dan dia juga belajar ilmu bela diri untuk mendalami karakter pria.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: