Covid-19 di Sulut Belum Terkendali, Ini Kata Gugus Tugas

Koran SINDO · Selasa, 30 Juni 2020 - 08:45 WIB
Covid-19 di Sulut Belum Terkendali, Ini Kata Gugus Tugas
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat mengecek langsung kesiapan laboratorium real time PCR BTKLPP Mapanget. (Foto: ANTARA)

MANADO, iNews.id - Keberadaan laboratorium PCR untuk memeriksa sampel swab sangat vital dalam pengendalian kasus Covid-19. Sebab sampai saat ini, antara jumlah sampel swab yang bisa diperiksa dengan yang dikirimkan Gugus Tugas Covid-19 Sulut ke lab-lab pemeriksaan tersebut belum seimbang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Steaven Dandel mengatakan, kondisi ini menjadi kendala utama dalam hal pengendalian penyebaran Covid-19. Sebab kapasitas pemeriksaan sampel swab di laboratorium-laboratorium yang ada di Sulut terbatas.

“Kapasitas lab kita belum memenuhi demand (Permintaan). Karena permintaan sekarang itu sehari bisa sampai 500 sampel, sementara kita masih berupaya terus mendorong setiap harinya dua lab yang ada untuk mendapatkan hasil sekira 300-an sampel,” ujarnya saat konferensi video bersama wartawan, Senin (29/6/2020) malam.

Diakuinya, agresivitas teman-teman surveilans di lapangan dalam mengambil sampel swab dari kontak erat resiko tinggi (KERT) maupun mereka yang rapid test reaktif memang sangat tinggi.

“Agresivitas pemeriksaan di lapangan itu lebih cepat daripada hasil sampel yang keluar. Kenapa perlu agresif? Karena kita ingin cepat untuk mengisolasi,” katanya.

Menurutnya, apabila harus menunggu waktu satu hingga dua minggu baru ada hasil swab, kemudian orang yang diambil sampel swab-nya itu ternyata positif Covid-19, maka proses isolasi dari orang tersebut akan terlambat.

"Itu kendala dari awal yang menyebabkan di Sulut itu nilai epidemiologinya sedikit lambat. Seperti yang saya umumkan hari ini ada 26 kasus, sebenarnya nilai epidemiologinya itu bukan per hari ini, tetapi kurang lebih satu minggu yang lalu, karena sampel swabnya kan diambil kurang lebih minggu lalu. Kalau bisa cepat, maka akan cepat diisolasi sehingga penularannya bisa dikendalikan,” katanya.


Editor : Donald Karouw