Gunung Karangetang Gempa Tremor Terus Menerus Disertai Suara Gemuruh 

Subhan Sabu · Minggu, 22 November 2020 - 23:15:00 WITA
Gunung Karangetang Gempa Tremor Terus Menerus Disertai Suara Gemuruh 
Gunung Karangetang terlihat dari pos pengamatan di Kampung Salili, Kecamatan Siau Tengah. (Foto: Istimewa)

SITARO, iNews.id - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara terus menerus mengalami gempa tremor disertai suara gemuruh lemah sampai kuat. Emuruh tersebut bahkan sering terdengar sampai Pos Pengamatan Gunung Api di Kapung Salili, Kecamatan Siau Tengah, Pulau Siau.

Petugas pos pengamatan Gunung Karangetang Didi Wahyudi Pernama Putra Bina mengatakan, aktivitas kegempaan hembusan Gunung Katangetang terjadi 18 kali dengan amplitudo 3-31 mm, berdurasi 25-40 detik.

Untuk tremor non-harmonik terjadi 10 kali dengan amplitudo 9-15 mm berdurasi 80-160 detik.

Sedangkan untuk kegempaan vulkanik Dangkal terjadi 1 kali berkekuatan amplitudo 8 mm, dengan durasi 5 detik. Sementara untuk kegempaan tektonik Jauh terjadi 1 kali, berkekuatan amplitudo 28 mm, S-P  28 detik, dengan durasi  60 detik.

"Tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 0.5 mm. Suara gemuruh juga sering terdengar," ujar Didi, Minggu (22/11/2020).

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak mendekati kawasan pucak dan tidak melakukan pendakian, serta tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km. Dan dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat. 

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang yang berstatus level III Siaga itu dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," kata Didi.

Editor : Kastolani Marzuki